Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Wah, Proyek Pasar Setonobetek Bisa Jadi Korban PAK

adi nugroho • Minggu, 30 September 2018 | 20:17 WIB
wah-proyek-pasar-setonobetek-bisa-jadi-korban-pak
wah-proyek-pasar-setonobetek-bisa-jadi-korban-pak

KEDIRI KOTA - Mepetnya penetapan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) akhirnya memakan korban. Proyek besar seperti renovasi tahap kedua Pasar Setonobetek pun terancam batal berlangsung tahun ini. Penyebabnya, dengan hanya tersisa waktu tiga bulan sangat sulit untuk memenuhi tahapan pengerjaan proyek yang rencananya senilai Rp 29 miliar itu.


Kabar bahwa proyek tersebut tak bisa berlangsung tahun ini keluar dari anggota Komisi A DPRD Kota Kediri Ayub Wahyu Hidayatullah. Menurut wakil rakyat dari Fraksi PKS tersebut, rencana pembangunan tahap kedua Pasar Setonobetek tak mungkin bisa menyerap anggaran 2018.


“Jelas tidak mungkin untuk melaksanakan pembangunan tahap 2 Pasar Setonobetek di tahun ini,” ucapnya.


Penetapan PAK APBD 2018 Kota Kediri sejatinya sudah berlangsung awal September. Namun, PAK tersebut saat ini masih menjalani evaluasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Repotnya, hingga saat ini evaluasi itu belum kelar.


Meskipun tidak ada penambahan anggaran yang signifikan, PAK 2018 ini benar-benar bakal mempengaruhi pembangunan tahap 2 Pasar Setonobetek yang sudah dianggarkan tahun ini. Dari keterangan Ayub, Pemkot Kediri hanya punya waktu kurang dari tiga bulan untuk menyerap semua anggaran ini.


Khusus untuk renovasi tahap 2 pasar tersebut, nilainya relatif besar. Mencapai Rp 29 miliar. Anggaran itu pun sebenarnya sudah dibahas mulai 2017 lalu. Rencananya pada tahun ini bisa terealisasikan.


Sayangnya, karena mepetnya pengesahan PAK dengan batas akhir tahun anggaran membuat rencana itu sulit terealisasi. Menurut Ayub, untuk proses lelang saja akan memakan waktu cukup lama. Terlebih hingga saat ini salah satu mega proyek Kota Kediri itu juga belum sepenuhnya tuntas. Untuk tahap pertama di Blok A pun hingga saat ini belum bisa ditempati.


“Pada 2019 juga tidak ada anggaran untuk pembangunan Pasar Setonobetek,” tambahnya. Ayub menyebut, bahwa Pemkot kembali berencana menganggarkan pembangunan tahap kedua tersebut pada 2020 mendatang.


Bagaimana tanggapan pihak Pemkot Kediri terkait kemungkinan itu? Kepala Badan Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Kediri Bagus Alit enggan memberi keterangan terkait dengan kemungkinan itu. Dia meminta agar Jawa Pos Radar Kediri meminta keterangan dari sekretaris daerah (sekda) secara langsung.


Namun, sebelumnya Bagus Alit menyampaikan bahwa saat ini berkas PAK telah dikirim ke provinsi. Bagus menyebut tidak ada penambahan anggaran yang signifikan pada PAK tahun ini. Selain itu, juga juga menyebut masih ada waktu untuk melakukan penyerapan anggaran. Sebab, waktu yang tersisa masih tiga bulan.


“PAK normal, tidak ada penambahan yang cukup berarti,” tegasnya.


Memang untuk PAK ini tidak boleh mengubah atau menambah anggaran untuk prioritas pembangunan infrastruktur skala besar. Kalaupun ada, masih akan dievaluasi oleh provinsi selaku pemegang kewenangan penetapan anggaran.


Saat disinggung apakah penetapan PAK Kota Kediri tahun ini molor? Bagus menampik anggapan itu. Menurutnya penetapannya sudah sesuai apa yang dijadwalkan. Masih ada waktu tiga bulan untuk merealisasikan perubahan tersebut.


“Bahkan beberapa kota lain ada yang belum mengirimkan,” kilahnya.


Terkait rincian perubahan apa saja yang diajukan pada PAK tahun ini, Bagus belum bisa menjawabnya. Yang pasti ada sedikit penambahan namun itu untuk belanja kepegawaian yang masih dalam skala kecil. Yang pasti Bagus menegaskan, semua perubahan anggaran yang diajukan akan menunggu evaluasi dahulu.


“Harapannya bulan depan hasil evaluasi sudah turun,” sahutnya.


Untuk diketahui, DPRD Kota Kediri sebenarnya telah menyepakati anggaran lanjutan pembangunan Pasar Setonobetek tahun 2018. Anggaran sebesar Rp 29 miliar itu nantinya akan digunakan untuk membangun tahap kedua atau blok lanjutan dari yang saat ini sudah dibangun. Baik itu blok B atau C.

Editor : adi nugroho
#kediri #setonobetek #pasar #korban