Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kirim Dua Tangki Air ke Oro-Oro Ombo

adi nugroho • Sabtu, 29 September 2018 | 02:24 WIB
kirim-dua-tangki-air-ke-oro-oro-ombo
kirim-dua-tangki-air-ke-oro-oro-ombo



NGANJUK - Kekeringan di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Ngetos direspons oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk. Kemarin mereka mengirim dua tangki air bersih untuk 150 KK warga yang kesulitan air di sana.


Pengiriman air ke wilayah selatan Nganjuk itu di luar prediksi sebelumnya. Sebab, laporan yang masuk ke BPBD total ada 325 kepala keluarga (KK) warga yang kesulitan air. “Awalnya kami menyiapkan empat tangki air untuk dikirim ke sana,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Nganjuk Soekonjono.


Tetapi, hanya dua tangki air yang didistribusikan. Sebab, setelah dicek ternyata tidak semua warga di sana kesulitan air. Masih ada sebagian sumur warga yang bisa dimanfaatkan.


Karenanya, dua tangki air yang sedianya dikirim setelah dropping tahap pertama selesai, urung diberangkatkan. “Sore tidak dikirim lagi,” lanjut Soeko, sapaan akrab Soekonjono sembari menyebut dua tangki itu sudah cukup untuk 150 KK warga di sana.


Sebanyak 9.000 liter air bersih itu kemarin dimasukkan ke tujuh tandon yang sebelumnya sudah disiapkan BPBD di Desa Oro-Oro Ombo. Seperti daerah lain, warga akan mendapat kiriman air bersih dua hari lagi. “Tandon kami letakkan di tujuh titik untuk memudahkan warga,” terang Soeko.


Penelusuran wartawan koran ini, memang tidak semua sumur warga di Desa Oro-Oro Ombo mengering. Salah satu warga yang beruntung adalah Tawi. Sumur milik nenek berusia 72 tahun itu tidak mengering. Padahal, sumur beberapa tetangganya tidak bisa lagi ditimba.


Saat didatangi Jawa Pos Radar Nganjuk kemarin, Tawi membuktikan dengan menimba di sumurnya. “Airnya memang menyusut, tapi masih bisa ditimba,” kata Tawi.


Meski debit airnya menyusut, Tawi mengaku tidak kesulitan mendapatkan air untuk mandi, memasak dan mencuci. Sebab, sumur sedalam lima meter miliknya itu masih menyisakan air sedalam sekitar 50 sentimeter. “Tidak perlu ambil air bantuan,” lanjutnya bersyukur.


Jika perempuan yang mayoritas rambutnya memutih itu beruntung, tidak demikian dengan warga lain. Ada banyak warga yang sumurnya mengering. Sebagian sudah tidak bisa lagi dikonsumsi karena debitnya yang terlalu kecil. Hingga, mengeluarkan bau tak sedap.


Termasuk sumur milik Kasun Oro-Oro Ombo Partowo. Dia berharap kemarau tidak berkepanjangan. Sehingga, sumur warga yang saat ini masih bisa difungsikan tidak ikut mengering. “Semoga segera hujan,” harap Tawi. (rq/ut)

Editor : adi nugroho
#air