Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hanif Berjuang Sembuh dari Penyakit Ganas

adi nugroho • Jumat, 10 Agustus 2018 | 23:08 WIB
hanif-berjuang-sembuh-dari-penyakit-ganas
hanif-berjuang-sembuh-dari-penyakit-ganas


KEDIRI KOTA – Namanya Hanif Aufa Zaim. Usianya 10 tahun. Bocah yang beralamat di Jalan Setono, Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kota Kediri ini adalah penderita penyakit yang bernama idiopathic thrombocytopenic purpura (ITP). Penyakit yang tergolong ganas ini menyerang Hanif sejak usia 2 tahun.


Beberapa tahun lalu Jawa Pos Radar Kediri juga sudah mengangkat tentang Hanif ini. Pihak Pemkot Kediri pun juga memberikan pendampingan sekaligus bantuan pengobatan.


Nah, beberapa waktu terakhir kondisi Hanif sempat drop. Bocah tersebut kembali dirawat di RSUD Dr Soetomo Surabaya. Biaya pengobatan yang dibutuhkan pun relatif besar.


Saat ini, kondisi Hanif dikabarkan mulai membaik. Biaya yang harus ditanggung orang tua Hanif pun berkurang. Sebab, beberapa lembaga memberi bantuan. Terutama Pemkot Kediri.


Saat dikonfirmasi Senin lalu (6/8) melalui sambungan telepon, Nani Sri Hikmatul Maula ibu Hanif menerangkan bahwa siang itu dia masih menunggui anaknya di Surabaya. Dia terus berkordinasi dengan pihak dokter yang merawatnya. Terlebih pihaknya intens melakukan konsultasi terkait penyakit ganas yang diterima anaknya itu. “Ini saya masih konsultasi dengan dokter,” ungkapnya.


Selain itu dia juga mengaku sudah tidak bingung lagi terkait dengan biaya pengobatan yang awalnya membuat dia dan keluarganya bingung. Biaya untuk pengobatan anaknya cukup mahal. Namun, Nani mengaku sudah ada yang membantu.


Terkait dengan warga Kota Kediri yang tengah dirawat di RSUD Dr Soetomo ini, Kabag Humas Pemkot Kediri Apip Permana menerangkan bahwa pihak Pemkot telah memberikan bantuan pengobatan kepada Hanif. “Mulai tahun 2014 sampai 2018 ini bantuan pengobatan yang dicover menggunakan Jamkesda dan biaya hidup untuk keluarga penunggu pasien selama pengobatan,” ujarnya.


Dari situlah biaya di di Surabaya ditanggung Pemkot melalui Forum Kediri Peduli Sosial. Adapun bantuan di 2018 ini Pemkot Kediri menanggung biaya pengobatan dengan skema Jamkesda dan living cost sebesar Rp 5,5 juta. Begitu juga pada tahun 2017, Pemkot juga memberikan bantuan pengobatan dengan skema bantuan sosial di RSUD Dr Soetomo dan living cost sebesar Rp 9 juta. “Kami terus pantau keadaan adik Hanif,” terangnya.


Apip juga menerangkan bahwa menurut Lurah Ngadireji bahwa Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar pun telah kali ke tiga mengunjungi langsung ke rumah Hanif di Kelurahan Ngadirejo. Terlebih Hanif pun kini juga terdaftar sebagai siswa SD Ngadirejo 2 kelas IV pun menjadi tanggungan Pemkot Kediri. “Semoga adik Hanif yang mengalami gangguan darah yang disebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang trombosit darah ini segera diberi kesembuhan,” harap Apip.


 

Editor : adi nugroho
#dinkes #penyakit #kesehatan