Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Belasan Rumah Sudah Kosong Penghuni  

adi nugroho • Senin, 23 Juli 2018 | 23:17 WIB
belasan-rumah-sudah-kosong-penghuni
belasan-rumah-sudah-kosong-penghuni


Sementara itu, warga yang tanah dan rumahnya yang terkena proyek pembangunan bandara sudah mulai pindah ke tempat baru. Setidaknya, ada belasan rumah di Dusun Pojok, Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, yang sudah kosong. Ditinggalkan penghuninya yang sudah membangun rumah di lokasi lain. Beberapa rumah bahkan sudah ada yang mulai dibongkar.


“Mereka kebanyakan pindah ke tepi jalan raya. Masih di wilayah Dusun Pojok,” terang Rohmat, kepala Desa Bulusari.


Menurut Rohmat, rumah warga yang ditinggal itu sudah dibeli oleh PT Bukit Dhoho Indah (BDI) yang merupakan anak perusahaan PT Gudang Garam Tbk. Informasi yang dia dapatkan, peruntukannya adalah untuk lahan bandara.


Menurut Rohmat, di Dusun Pojok yang dibebaskan sebagian besar adalah areal persawahan. Hampir semua lahan pertanian sudah dibeli oleh PT BDI. Papan bertuliskan ‘Tanah Milik PT BDI’ banyak tertancap di dusun itu.


Apakah akan ada perluasan pembebasan tanah? Rohmat belum bisa memastikan. Selama ini dia belum mendapat tembusan bakal adanya pembebasan lahan di area Desa Bulusari yang lebih luas lagi. “Dulu pernah ada isu kalau Dusun Bulusari Utara juga turut dibebaskan. Namun hingga saat ini belum ada kabar lagi,” terangnya.


Dia mengaku memang ada info sebagian Dusun Bulusari Utara akan terdampak pembebasan. Dan, sudah ada audit oleh pihak yang bersangkutan untuk pengukuran areal perluasan. Beberapa ruas jalan juga sudah diukur untuk rencana pelebaran.


Dari pantauan Jawa Pos Radar Kediri, ada 17 bangunan yang sudah tidak berpenghuni. Beberapa juga sudah mulai dirobohkan. Beberapa bagian seperti kusen, genting, dan keramik sudah dipereteli oleh pemiliknya.


Namun, tidak semuanya sudah mengosongkan rumah. Pipin Antio misalnya. Dia memang mengaku sudah membuat rumah baru tidak jauh dari lokasi rumah lamanya. Tapi belum dia tempati. “Saya ingin menikmati dulu menghuni rumah peninggalan ayah saya ini,” aku ayah dua anak ini.


Pipin mengatakan akan pindah bila sudah disuruh oleh pembeli. Dia juga mengkau sebagian besar tetangganya sudah pindah ke tempat baru. Itu terjadi sejak Mei lalu. Bahkan ada yang pindah jauh. “Ada yang ke Pesantren dan Mojoroto (dua kecamatan di Kota Kediri, Red).


Pipin mengaku sangat senang dengan adanya proyek bandara ini. Karena menurutnya, bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Bagus Mas, karena bisa mengangkat ekonomi.  Lapangan kerja juga terbuka sehingga tambah ramai. Jadi tidak terpusat ke kota saja,” akunya.


Ia berharap proyek bandara segera terealisasi. Karena sejak awal warga memang tahunya lahan yang mereka jual itu untuk lahan bandara. Untuk diketahui, bandara yang akan dibangun oleh PT Gudang Garam Tbk tersebut telah diproyeksikan menjadi salah satu proyek strategis nasional (PSN). Sehingga hal ini akan mendorong percepatan terealisasinya proyek dengan dana investasi triliunan rupiah tersebut. 

Editor : adi nugroho
#pembebasan tanah #tanah #bandara kediri #pt gudang garam tbk #bandara #gubernur #gubernur jatim