Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tiba saat Cuaca Ekstrem

adi nugroho • Rabu, 11 Juli 2018 | 21:02 WIB
tiba-saat-cuaca-ekstrem
tiba-saat-cuaca-ekstrem


KEDIRI KOTA – Ini peringatan bagi calon jamaah haji (CJH) yang akan bertolak ke Tanah Suci pada 3 Agustus mendatang. Sebab, ada potensi cuaca ekstrem di Arab Saudi ketika mereka tiba di sana. Bahkan, saat rombongan CJH itu tiba, suhu diperkirakan bisa mencapai 52 derajat celcius.


Pihak Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri pun mempersiapkan diri untuk membentengi CJH agar siap menghadapi kemungkinan itu. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri di Kemenag Kota Kediri berbagai agenda cek dan tes kesehatan telah dilakukan mulai bulan Februari lalu. Mulai hari ini para CJH juga akan menjalani suntik influensa di Puskesmas Sukorame. Suntik influenza ini dilakukan agar daya tahan tubuh para CJH kloter 53 asal Kota Kediri saat berada di Arab Saudi bisa lebih tinggi. Terlebih untuk menghadapi virus influenza.


“Persiapan kesehatan ini juga terus dimatangkan,” terang Humas Kemenag Kota Kediri Abdul Basith.


Selain melakukan suntik influenza bagi setiap CJH, pihak Kemenag Kota Kediri juga telah melangsungkan suntik meningitis untuk menambah kekebalan jamaah dari penularan penyakit. Terutama kekebalan untuk menghadapi cuaca ekstrem sangat dibutuhkan oleh para CJH tersebut. Apalagi diprediksikan saat jamaah asal Kota Kediri berada di tanah suci nanti, cuaca ekstrem melanda.


“Karena di sana diprediksikan nanti suhunya bisa mencapai 52 derajat celsius,” ungkapnya.


Dengan cuaca ektrem seperti itu, CJH asal Indonesia, khususnya Kediri rentan terganggu. Karena mereka tidak terbiasa dengan cuaca seperti itu. Hal itu akan membuat tubuh mereka rentan terkena penyakit.


Pihak Kemenag juga menyiapkan tenaga medis. Mereka akan mendampingi CJH asal Kota Kediri. Yang menjadi prioritas pengawalan tim kesehatan adalah CJH yang masuk kategori berisiko tinggi (risti). Yaitu mereka yang sudah lanjut usia (lansia). Yang berumur di atas 50 tahun.


“Jamaah risti inilah yang rentan. Namun mereka nanti terus didampingi tim kesehatan kami,” terangnya.


Adapun untuk mengantisipasi kesehatan agar tetap bugar di tanah suci, pada Sabtu ini (14/7) Kemenag juga melakukan tes kebugaran jasmani kedua. Tes itu dilakukan pada semua CJH. Sebelumnya, jamaah juga sudah menjalani tes serupa pada 1 Maret lalu. Hal ini dilakukan agar para CJH bisa lebih siap dalam usaha mereka menyempurnakan rukun Islam kelima tersebut.


Tidak hanya itu, pihak Kemenag Kota Kediri juga menyiapkan para CJH untuk lebih siap melakukan rukun-rukun haji yang akan dilakukan di Tanah Suci nanti. Rencananya sebelum berangkat Kemenag akan menyelenggarakan manasik haji tingkat kota sebanyak dua kali.


Selain itu juga akan berlangsung manasik haji tingkat kecamatan yang akan dilakukan selama enam kali. “Para jamaah haji semakin siap, terlebih sebelumnya mereka juga telah dibekali manasik di KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji, Red) masing-masing,” tegas Basith. 

Editor : adi nugroho
#cuaca #cjh #haji #kesehatan #jamaah