Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Petakan Titik-Titik Rawan

adi nugroho • Selasa, 5 Desember 2017 | 22:03 WIB
petakan-titik-titik-rawan
petakan-titik-titik-rawan


Tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung merupakan jenis bencana di Kabupaten Kediri. Musim hujan ini, BPBD memetakan titik-titiknya.


 


Kedatangan musim hujan tak bisa dielak. Musim ini pun dinanti-nanti para petani untuk mengairi sawahnya. Apalagi, sebagian lahan petani di Kabupaten Kediri bersistem pengairan tadah hujan.


Namun di sisi lain, hadirnya musim hujan pun harus diwaspadai. Pasalnya, juga mampu menimbulkan potensi kerawanan bencana. Mulai dari tanah longsor, banjir, hingga angin puting beliung. Bencana itu sudah mulai terjadi akhir-akhir ini.


Demi mengantisipasinya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri melakukan pemetaan potensi-potensi jenis kerawanan bencana. Hal ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik bencana yang terjadi. Sehingga nantinya dapat menemukan cara penanganan yang efektif.


Dari pemetaan tersebut, pihak BPBD bisa mengategorikan bentuk-bentuk bencana. Terlebih yang paling rawan adalah beberapa wilayah yang berada di lereng Gunung Wilis dan Gunung Kelud.


Terutama di lereng Gunung Wilis, ancaman bencana terawan adalah tanah longsor. Pada musim hujan ini, titik kerawanan tersebut sudah mulai terlihat di wilayah Desa Petungroto, Kecamatan Mojo.


“Kita juga pantau wilayah Desa Blimbing, Mojo. Terlebih di daerah tersebut ada sebuah dusun yang kita relokasi karena memang potensi tanah longsor sangat besar di sana,” terang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Kediri Randi Agata Sakaira.


Dia mengungkapkan, di Kecamatan Mojo terdapat sembilan desa yang memiliki potensi besar untuk terjadi tanah longsor. Selain di sana, di Kecamatan Semen yang juga berada dekat Gunung Wilis memiliki potensi yang sama besar. Terutama titiknya berada di enam desa. Potensi longsornya sangat besar.


Begitu pula beberapa desa di Kecamatan Banyakan, Gogol, Ngancar, dan Kandangan. Tak hanya tanah longsor, beberapa daerah juga memiliki potensi terjadinya bencana angin puting beliung.


“Hampir seluruh wilayah di Kabupaten Kediri pada musim hujan ini berpotensi terjadi puting beliung,” ujar Randi.


Dia menerangkan, akhir-akhir ini pihaknya sudah menjumpai bencana puting beliung. Kondisi yang terparah ada di Ngancar beberapa waktu lalu. Terjangan angin kencang itu sempat merobohkan pohan pada minggu lalu.


Randi menambahkan, ada beberapa wilayah berpotensi besar terjadi puting beliung. Di antaranya seperti di kecamatan Mojo, Grogol, Tarokan, Ngancar, Kepung, Plemahan, hingga Pare.


“Banjir juga mengancam wilayah ini. Semua kemungkinan bisa terjadi,” kata pria asal Kecamatan Badas ini.


Namun yang menjadi titik poin yang paling mengkhawatirkan untuk saat ini, menurut Randi, adalah potensi tanah longsor dan banjir lahar dingin. Terlebih risiko terbesar longsor ini yang paling besar bisa lebih merusak dan potensi tinggi. Yang mengkhawatirkan dari longsor di sini adalah selain tidak mengenal waktu. Potensi bencana ini tidak bisa diprediksikan. “Risikonya tanah longsor ini 24 jam,” paparnya.


Sehingga tidak hanya berpotensi terjadi pagi ataupun siang hari. Yang jika terjadi warga masih terjaga dan sebisa mungkin bisa menyelamatkan diri jika terjadi. Yang menjadi kekhawatiran timnya adalah longsor yang terjadi malam hari. Ini cukup membahayakan nyawa warga karena saat tertidur terjadi longsor ini cukup berbahaya. “Tingkat kerusakan seperti rumah maupun infrastruktur ini juga tinggi sekali kalau longsor,” jelas pria berbadan kekar ini.


Berbeda dengan banjir lahar dingin. Walaupun petensi bencana juga tinggi. Namun dampak kerusakan yang terjadi terpusat di wilayah sekitar sungai aliran lahar kelud saja. Seperti wilayah Plosoklaten, Ngancar, Kepung, Puncu, hingga Kandangan. Namun untuk menuju ke pemukiman ini cukup kecil. Adapun memang berbahaya bagi warga yang beraktivitas di sungai. Seperti para penambah pasir. “Tapi potensi bahaya para penambang ini hanya di jam-jam kerja saja. Tidak 24 jam seperti longsor,” ungkapnya.


Melihat potensi bencana yang tinggi untuk wilayah Kabupaten Kediri. Randi mengimbau, warga agar lebih waspada menghadapi segala kemungkinan bencana. Namun yang lebih diwaspadai, menurutnya, adalah saat maupun setelah hujan. Waktu-waktu tersebut lah yang menyumbangkan potensi bencana yang tinggi di setiap wilayah. “Kita juga siap 24 jam jika diperlukan,” tegas Randi. (fiz/ndr)  


 


sambungan: Tidak Bisa Diprediksi, Risiko Bencana 24 Jam  //


 


grafis:\\


Jenis Bencana              Kecamatan Berpotensi


Tanah Longsor            Mojo, Semen, Banyakan, Grogol, Tarokan, Ngancar,      dan Kandangan


 


Banjir                          Mojo, Banyakan, Taorokan, Gampengrejo, Papar, Wates


 


Puting Beliung            Mojo, Semen, Grogol, Tarokan, Ngancar, Puncu, Kepung, Kandangan, Badas, Kunjang, Pare, Papar, Plemahan, Kandat


 


Lahar Dingin   Ngancar, Plosoklaten, Puncu, Kandangan, Badas, Gurah, Purwoasri, Ringinrejo



 

Editor : adi nugroho
#petani #bencana