Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dinas PUPR Pilih Bangun di Samping Jembatan Kandangan

adi nugroho • Minggu, 26 November 2017 | 18:43 WIB
dinas-pupr-pilih-bangun-di-samping-jembatan-kandangan
dinas-pupr-pilih-bangun-di-samping-jembatan-kandangan



KEDIRI KABUPATEN–Dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) masih mengkaji pembenahan Jembatan Jalan Pare Lama yang telah ambruk. Hanya saja, peluang untuk dibangun kembali relatif kecil. Ini karena pertimbangan kebermanfaatan jembatan penghubung Desa Kandangan dengan Klampisan di Kecamatan Kandangan tersebut.


“Manfaatnya untuk Jembatan Pare Lama sangat kecil. Hanya untuk akses antardesa saja,” terang Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri Irwan Chandra.


Sebelumnya, warga memang berharap fasilitas infrastruktur itu dibangun kembali. Mereka berpendapat Jembatan Pare Lama bisa menjadi jalur alternatif yang mengurai kemacetan di Jembatan Kandangan. Namun Irwan punya pendapat lain.


Jika alasannya untuk mengurai kemacetan, dia menyatakan, lebih baik bila Dinas PUPR Jawa Timur sebagai pemilik kewenangan menduplikat Jembatan Kandangan. “Dibangun jembatan lagi di samping Jembatan Kandangan,” ujar kepala dinas berkacamata ini.


Dengan cara ini, menurutnya, lebih efektif untuk mengurai kemacetan di Jembatan Kandangan. Terlebih jika Jembatan Pare Lama yang digunakan untuk jalur alternatif. Nantinya yang bisa lewat hanya kendaraan roda dua saja. Itu karena aksesnya sempit.


Berbeda jika nanti Jembatan Kandangan yang diduplikat dan dibangun di sampingnya. “Lebih banyak keunggulannya jika diduplikat Jembatan Kandangan ini,” terang Irwan.


Keuntungan pertama adalah Jembatan Kandangan memiliki bentang jembatan yang tidak sepanjang Jembatan Pare Lama. Sebab bentang Jembatan Kandangan tidak sampai 150 meter. Sedangkan pada Jembatan Pare Lama panjangnya hingga 200 meter.


Dengan cara ini setidaknya selain biaya pembangunan sebanding dengan kebermanfaatan juga bisa lebih mengurangi populasi kendaraan. Karena nantinya bisa diatur per jembatan menjadi satu jalur.


“Dengan duplikat Jembatan Kandangan ini nantinya kendaraan roda empat juga bisa lewat karena jembatan lebih lebar,” ungkapnya.


Dengan cara duplikat ataupun membangun jembatan kembali ini selain bisa lebih menghemat pembangunan karena tidak membangun jembatan dengan bentang panjang. Juga lebih efektif daripada membangun jembatan yang telah runtuh karena memang jembatan itu sudah memiliki jembatan yang tua dan konstruksinya pun telah rapuh.


“Konstruksinya sangat rapuh. Mungkin jika dibangun harus dibangun ulang jembatan itu (Jembatan Pare Lama, Red),” tegas Irwan.


Untuk diketahui Jembatan Pare Lama roboh Minggu sore (19/11) sekitar pukul 15.00. Jembatan yang dibangun sejak zaman Pemerintah Kolonial Belanda tersebut ambruk diduga selain karena faktor usia. Juga karena hujan lebat saat itu.


Tidak hanya itu, kerusakan jembatan yang sudah tua ini pun diperparah dengan aktivitas pertambangan pasir yang masif dilakukan di bawah jembatan.


 


 

Editor : adi nugroho