KEDIRI KOTA– Menjelang pemilihan wali kota (pilwali), DPC PDIP Kota Kediri dikabarkan bakal menduetkan Samsul Ashar dengan Adi Suwono. Pria berlatarbelakang pengusaha tersebut diketahui akan maju sebagai bakal calon wakil wali kota (bacawawali).
“Memang beliau mendaftarkan diri di partai kami,” terang Sunoto, ketua DPC PDIP Kota Kediri, membenarkan kabar itu.
Selain Samsul Ashar yang digadang-gadang menjadi calon wali kota (cawali), menurutnya, ada Adi Suwono yang terdaftar dalam bursa pencalonan. Begitu pula Sudjono Teguh Wijaya, yang sebelumnya mendaftar cawali.
Namun dikabarkan Djono– sapaan karib Sudjono Teguh–memutuskan mengundurkan diri. “Sebenarnya secara formal tidak menyatakan mundur,” kata Sunoto.
Hanya saja, Sunoto mengatakan, pria yang berangkat dari Partai Golkar tersebut kini mulai jarang menjalin komunikasi dengan PDIP. Apalagi ketika fit and proper test di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) beberapa waktu lalu, Djono tidak hadir. Makanya kemudian banyak prediksi bacawawali pendamping Samsul bakal jatuh ke Adi Suwono.
“Wajar yang sudah mulai melakukan prediksi-prediksi mengingat pilwali dilaksanakan sebentar lagi,” tandasnya.
Apalagi diketahui Adi adalah kader PDIP. Sehingga peluang besar pemilik Hotel Bukit Daun tersebut bakal menerima rekomendasi dari DPP PDIP untuk maju sebagai bacawawali dari partai banteng tersebut. Meski dia kini belum berpengalaman di birokrasi.
“Kami melihat Pak Adi memiliki potensi menang dalam pemilihan nantinya,” tambah Sunoto kepada wartawan koran ini.
Meski selama ini Adi belum pernah berkecimpung di dunia birokrasi, pengalamannya sebagai pengusaha akan banyak berguna untuk posisi cawawali. Dengan kemampuan membaca peluang, Adi dianggap mampu mengembangkan potensi Kota Tahu. “Kita lihat usaha rintisannya di bidang pariwisata cukup berhasil,” tambahnya.
Begitu pula dengan jaringan yang dimilikinya. Sebagai pengusaha asli Kota Kediri, pria yang tinggal di Jalan Stasiun tersebut terlibat aktif dalam forum-forum pengusaha Kediri. “Kenalannya banyak. Jadi saya kira dari segi moril maupun materiil, Pak Adi ini layak maju,” tegasnya.
Kapan rekomendasi dari DPP akan turun? Sunoto tidak berani memastikannya. Pihaknya sifatnya hanya menunggu saja keputusan dari pengurus pusat. “Harapannya bisa secepatnya agar kami bisa segera menyusun strategi,” katanya.
Sementara itu, Adi Suwono sendiri nantinya ingin fokus membangun pariwisata Kota Kediri. Menurutnya, Kota Kediri yang dulunya adalah kerajaan besar berpotensi untuk dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata budaya.
“Kalau kita ke Bali, sejak dari perbatasan saja kita sudah merasakan ke-khas-annya. Nanti saya ingin Kota Kediri juga seperti itu,” terangnya kepada para wartawan.
Tidak hanya itu, pelayanan di Kota Kediri juga dianggap perlu untuk diperbaiki. Termasuk kecepatan pembangunan infrastruktur dan transparansi keuangan. Tidak butuh waktu lama, Adi menjanjikan bisa merealisasikannya dalam kurun waktu dua tahun saja. “Saya hanya minta waktu dua tahun untuk merealisasikannya,” pungkasnya.
Editor : adi nugroho