KEDIRI KOTA – Madrasah aliyah (MA) kini semakin kompetitif dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) lulusannya. Tidak hanya soal agama, siswa juga dibekali keterampilan sehingga memiliki nilai tambah ketika lulus.
“Kita siapkan anak-anak tidak hanya dengan kemampuan akademik tetapi keterampilan yang bisa menambah kemandirian,” terang Ahmad Umar, Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI kepada para wartawan, kemarin.
Menurutnya, pembekalan menjadi salah satu target kemenag untuk meningkatkan kasta MA agar tidak kalah dengan sekolah umum. Pasalnya, dengan keterampilan tersebut, siswa memiliki pilihan lebih banyak pascalulus nanti, apakah lanjut ke perguruan tinggi atau mengabdi di masyarakat.
“Jadi tidak lagi bergantung pada orang tua, siswa bisa mandiri sejak lulus sekolah,” bebernya saat ditemui usai membuka workshop kurikulum dan gelar karya keterampilan di MAN 1 Kota Kediri.
Tidak hanya keterampilan, Umar menjelaskan bahwa ada program unggulan lain yang sedang digagas Kemenag RI. Mulai akademik, keagamaan, kejuruan, dan MA inklusi. Dengan program khusus tersebut, diharapkan madrasah bisa optimal menggembleng siswa sesuai dengan fokusnya.
“Misalkan di bidang keagamaan, output yang diharapkan adalah lulusannya nanti menjadi alim ulama karena saat ini jumlah ulama semakin berkurang. Yang tua sudah wafat sedangkan yang muda belum muncul yang mumpuni,” katanya yang kemarin tampak didampingi Ketua Kemenag Kota Kediri Zuhri.
Hasil dari program yang digagas tersebut cukup terlihat. Prestasi siswa-siswa MA mulai muncul dari tingkat daerah hingga internasional. Tidak hanya di bidang akademik tetapi juga teknologi. Makanya minat masyarakat terhadap MA tinggi.
“Kita sering mendapatkan permintaan bantuan untuk menambah sarana prasarana madrasah di daerah yang peminatnya membeludak,” tandasnya di sela-sela pembukaan workshop nasional kemarin.
Sementara itu, Wakil Wali Kota (Wawali) Kediri Lilik Muhibbah menyatakan, ikut bangga dengan kondisi MA yang semakin berkembang dewasa ini. Termasuk progres MAN 1 yang semakin fokus di bidang vokasi atau keterampilan.
Siswa yang masuk tidak hanya menerima pendidikan ilmu eksak dan umum tetapi juga memiliki keterampilan khusus. “Dengan ilmu dan agama yang baik didukung dengan keterampilan yang mumpuni, insya Allah mereka akan tumbuh menjadi generasi terbaik untuk memajukan Indonesia,” terang perempuan yang akrab disapa Ning Lik tersebut.
Meski MA berada di bawah naungan Kemenag, Ning Lik berharap, koordinasi madrasah dengan pemkot semakin baik. Pemkot sangat mendukung program maupun kegiatan yang berdampak positif terhadap indeks pembangunan manusia.
“Kita berharap ada kerja sama yang baik dalam mencetak generasi terbaik bangsa,” tandasnya.
Untuk diketahui, workshop kurikulum dan gelar karya keterampilan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Ada banyak stan yang menampilkan karya siswa MA se-Jatim di halaman MAN 1 Kota Kediri. Mulai dari tata boga, busana, rias, teknik kendaraan ringan, otomotif, kriya, tekstil dan elektro.
Ada pula workshop keterampilan yang membahas kurikulum keterampilan untuk MA. Diharapkan hasil dari acara tersebut, tersusun kurikulum yang paling sesuai dan efektif untuk diterapkan di MA se-Indonesia. Pesertanya kepala MA dan wakakurikulum MA se-Indonesia. “Melalui acara ini, harapannya madrasah vokasi ke depannya semakin berkembang dan eksis,” pungkasnya.
Editor : adi nugroho