KEDIRI KOTA – Sempat terkatung-katung penyelesaian proyeknya, kini pembangunan Jembatan Brawijaya siap dilanjutkan. Itu setelah Wali Kota Abdullah Abu Bakar melakukan pertemuan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Jika tahap finishing-nya segera dikerjakan, diperkirakan tahun depan pembangunannya sudah tuntas. “Tinggal sedikit itu, sekitar 20 persen lagi,” terang Kasenan, kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kediri, kepada Jawa Pos Radar Kediri.
Menurut dia, saat ini pihaknya masih belum melakukan tindak lanjut apapun untuk melanjutkan proyek. Pasalnya, pemkot masih harus menunggu hasil pengajuan tim lanjutan proyek Jembatan Brawijaya ke Pemerintah Pusat.
Tim tersebut diketahui terdiri atas Kementerian PUPR, Dinas PU Kota Kediri, Polda Jatim, dan Kejaksaan Negeri Kota Kediri. “Masih menunggu dulu sampai ada instruksi lanjutan,” tambah Kasenan.
Jika tim sudah resmi terbentuk, nantinya yang pertama dilakukan adalah menentukan MC 0 atau cut off. Menurut Kasenan, hal tersebut tidak sulit. Namun perlu ketelitian dan kerja sama seluruh pihak dalam tim. Sehingga penentuan MC 0 nantinya disepakati seluruh pihak.
Untuk diketahui, sebelumnya memang sudah ada perhitungan cut off namun ada banyak versi. Baik dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) maupun dari hasil penyidikan Polda Jatim. Makanya penentuan MC 0 ini sangat penting untuk dijadikan pijakan proyek lanjutan.
“MC 0 ini menjadi batas jelas antara proyek lama dengan lanjutannya,” papar Kasenan.
Tidak hanya itu, tim nantinya juga harus me-review perencanaan pembangunan yang sudah terhenti sekitar tiga tahun tersebut. Termasuk di antaranya menentukan harga satuan terbaru dan analisasi kebutuhan material dengan kondisi terkini.
“Rekanan dan pihak pengawas proyek kita masih menggunakan rekanan lama berdasarkan hasil keputusan dari MA (Mahkamah Agung),” tandasnya.
Diketahui tahun ini Jembatan Brawijaya masih dianggarkan sekitar 19 miliar. Namun melihat sudah hampir masuk Agustus, diperkirakan pembangunan fisik baru bisa dilaksanakan pada 2018 nanti. “Tahun ini kita manfaatkan untuk persiapannya. Tahun depan harapannya sudah bisa dimulai,” tegasnya.
Terkait dengan kelanjutan kasus dugaan pidana korupsi anggaran proyek Jembatan Brawijaya, Kasenan menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat. Nyatanya sampai saat ini dirinya masih aktif bekerja dan rutin ngantor di dinas PU di Jalan Mauni, Kelurahan Pesantren.
“Ini saya masih di sini jadi saya bukan tersangka kasus,” bebernya saat ditemui di Ruang Kilisuci, Balai Kota Kediri.
Sedangkan Wijanto, kasi Pengendalian Pembangunan Perumahan, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Kediri, diketahui mendapat surat pemanggilan kedua kemarin. Itu pasca ditetapkan sebagai tersangka.
Sebelumnya Wijanto diketahui menderita sakit jantung. Sehingga mantan ketua panitia lelang Jembatan Brawijaya tersebut tidak memenuhi surat pemanggilan pertama pada 13 Juli lalu.
Editor : adi nugroho