Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

SMPN 2 Kandangan Banjir, Ini Solusinya

adi nugroho • Kamis, 27 Juli 2017 | 18:23 WIB
smpn-2-kandangan-banjir-ini-solusinya
smpn-2-kandangan-banjir-ini-solusinya



KEDIRI KABUPATEN – Masalah banjir yang kerap melanda SMPN 2 Kandangan akhirnya didapati solusinya. Ini setelah pihak kecamatan berkoordinasi dengan perangkat desa dan pengelola sekolah yang berada di Desa Medowo tersebut.


“Koordinasi kami telah membuahkan hasil berupa cara untuk menanggulangi banjir di sekolah tersebut,” ungkap Camat Kandangan Sunar Utomo kepada Jawa Pos Radar Kediri, siang kemarin.


Solusinya, menurut dia, ada dua alternatif upaya penanganan yang telah disepakati. Pertama, alternatifnya dengan membelokkan aliran air dari sungai sawah warga ke arah timur. Pasalnya, selama ini luapan air ketika hujan deras selalu menggenangi SMPN 2 Kandangan.


“Air tidak hanya masuk kawasan sekolah. Tetapi juga menuju jalan raya yang ada tepat di timur sekolah,” ujar Sunar.


Dengan opsi dibelokkan alirannya, maka arus air bisa langsung menuju gorong-gorong yang berada di pinggir jalan raya Medowo. Dengan cara ini, Sunar menyebut, akan ada pembangunan gorong-gorong baru. Tujuannya, untuk membelokkan arah aliran sungai.


“Dengan cara ini nanti air sawah tidak bakal mengalir ke sekolah. Tapi kea rah lain. Sehingga banjir bisa diminimalisasi,” terangnya.


Lantas apa alternatif kedua? Sunar mengungkapkan, untuk alternatif kedua juga merupakan hasil koordinasi kecamatan dengan pihak desa.  Yakni pembangunan gorong-gorong yang mengalir tepat di tengah-tengah sekolah.


Nantinya, menurut Sunar, walaupun air tetap mengalir melalui sekolah tidak akan membanjiri. Pasalnya, ukuran gorong-gorong akan dibangun lebih besar lagi. Sehingga dapat menampung debit air sawah yang deras dan meluap. Terutama ketika mendapat pasokan air dari hujan yang lebat.


“Debit air saat musim penghujan biasanya memang besar. Maka gorong-gorong besar menjadi alternatif mengatasi luapan air,” jelasnya.


Dengan pelebaran gorong-gorong di tengah sekolah, Sunar berharap, bisa meminimalkan banjir yang kerap menggenangi beberapa ruang kelas. “Semoga dengan dua alternatif itu, masalah di sekolah tersebut dapat segera teratasi,” paparnya.


Namun kendati sudah ditemukan dua alternatif mengatasi banjir di SMPN 2 Kandangan ini, Sunar menyatakan, pihak kecamatan dan pemerintah desa masih terus menggodok konsep tersebut. Hingga kemarin, petugas kecamatan masih mengkalkulasi penghitungan. Terutama terkait besaran biaya yang harus dialokasikan untuk pembangunan gorong-gorong tersebut.


Timnya akan membandingkan besaran biaya untuk kedua alternatif solusi itu. Tentu bakal dipilih yang anggaran belanjanya lebih rendah. “Akan kami perhitungkan dahulu. Pengeluaran biayanya lebih murah alternatif satu atau yang kedua,” urai camat yang memiliki postur tinggi besar itu.


Sunar mengaku, perencanaan pembiayaan ini memang sangat dirinci. Alasannya, karena untuk mendapatkan pengeluaran biaya yang minim namun hasilnya sama-sama maksimalnya.


Lantas bagaimana dengan komite sekolah atau wali murid? Apakah akan dibebani pungutan? Sunar menegaskan, tidak akan melakukannya. Menurutnya, walaupun anggaran belanja pembangunan untuk kepentingan sekolah, pihaknya tidak akan menarik biaya.


Sehingga anggaran pembangunan gorong-gorong sekolah itu tidak ditanggungkan kepada wali murid. “Apalagi saat ini tidak boleh ada tarikan apapun kepada wali murid. Walaupun itu untuk kebutuhan pembangunan  sekolah,” tegasnya.


Sunar menambahkan, kecamatan memang secepatnya mencari solusi terhadap SMPN 2 Kandangan yang berada di wilayah kerjanya. Kendati kini musim kemarau dan intensitas hujan turun rendah, pihaknya tidak ingin menunda dan mengambil risiko terjadi kerusakan lebih parah.


“Kan lebih baik mengantisipasi. Sehingga kegiatan pendidikan di sekolah itu juga tidak terganggu,” katanya.


Di musim kemarau ini, Sunar mengakui, kondisi sekolah tersebut memang telihat aman-aman saja. Air yang mengalir dari gorong-gorong sawah menuju sekolah pun tidak terlalu deras. Volume airnya pun kecil.


“Memang untuk sekarang musim kemarau masih aman. Target kami sebelum musim hujan nanti masalah ini sudah terpecahkan,” ungkapnya.


Seperti diberitakan, kondisi bangunan SMPN 2 Kandangan memprihatinkan. Dua lokal ruangannya rusak dan sudah tak ditempati. Atap kayu bangunan sekolah di lereng gunung Desa Medowo itu banyak lapuk. Sebagian gentingnya pun tak utuh lagi.


Yang lebih buruk ketika musim penghujan. Pasalnya, setiap hujan lebat atap tak hanya bocor. Namun, kawasan sekolah itu juga kerap kebanjiran. Lantaran kondisi yang kurang bagus inilah ditengarai pagu siswa baru SMPN 2 Kandangan tak terpenuhi hingga penutupan PPDB awal Juli silam. Hingga kemarin, sekolah ini masih kekurangan murid.(fiz/ndr)

Editor : adi nugroho