JP Radar Kediri - Persik Kediri nampaknya belum puas dengan skuad yang dibentuk pada masa pramusim kemarin.
Buktinya, manajemen masih berburu pemain untuk melengkapi skuad. Yakni dengan merekrut dua pemain dari kompetisi kasta kedua, Championship. Adalah Badrian Ilham dan Marselinus Ama Ola.
"Kehadiran mereka merupakan bagian dari rencana klub untuk membangun tim yang kompetitif," ujar Sport Director Persik Kediri Razzi Taruna.
Dalam hal ini, Badrian Ilham diharapkan bisa membantu tim untuk memperkuat lini tengah Macan Putih.
Khususnya sebagai gelandang bertahan. Sayangnya, jika melihat data dari Tranfermarkt, tak banyak yang bisa diketahui dari pemain berusia 24 tahun tersebut.
Baca Juga: Baseball dan Softball Kabupaten Kediri Catatkan Prestasi di Kejuaraan Daerah
Sebab, saat membela Persita di musim lalu, dia tak memiliki catatan bermain. Adapun di musim 2024/2025. Yang mana, dia sempat mencatatkan satu assist dan satu gol.
Sementara itu, Marselinus Ama Ola memiliki catatan karir yang cukup menggiurkan. Bagaimana tidak, pemain muda berusia 21 tersebut tercatat pernah membela skuad muda Garuda. Lebih tepatnya tim nasional (timnas) U19 dan U20.
Selanjutnya, bersama Persikad di kompetisi Champhionship, Marselino juga punya kontribusi nyata. Pada musim 2025/2026, dia bisa menyumbang tiga gol dan dua assist.
Bersama Persik Kediri, Marselino diharapkan bisa menambah kekuatan di sektor depan. Khususnya sebagai pemain sayap.
"Keduanya memiliki kualitas, karakter, dan visi yang sesuai dengan Persik Kediri. Kami percaya keduanya tidak hanya menambah kedalaman skuad Macan Putih, tetapi juga memberi dampak positif bagi performa tim," harap Razzi.
Untuk diketahui, kehadiran dua pemain terbilang sangat berarti bagi tim pelatih. Pasalnya, beberapa pemain Macan Putih memang tengah dihantam cedera.
Jumlahnya lumayan. Antara lain Ezra Walian, Reno Piscopo, Sergio Castel, Rendy Sanjaya, serta Jon Toral. Bahkan, baru-baru ini, Dzaky Asraf dikabarkan tengah mendapat cedera ringan.
Tak ayal bila tim pelatih butuh tambahan amunisi. Tak hanya untuk menjalani pertandingan, namun juga pada sesi latihan. Sebab, simulasi permainan saat persiapan juga membutuhkan pemain yang utuh. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita