JP Radar Kediri - Musim lalu, Persik Kediri harus mengungsikan beberapa laga big match ke Gelora Joko Samudro, Gresik. Seperti saat menjamu Arema FC, Persebaya Surabaya, serta PSIM Yogyakarta. Langkah itu terpaksa dilakukan imbas tak ada lampu hijau dari pihak kepolisian.
Kini, pergantian pimpinan Polres Kediri Kota bak menjadi harapan baru. Banyak yang menantikan laga big match Persik Kediri bisa digelar di Stadion Brawijaya. Lantas, bagaimana tanggapan Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto terkait laga big match di musim 2026/2027?
“Intinya nanti kami analisa dulu,” jawab pria kelahiran 1984 tersebut saat dikonfirmasi oleh Jawa Pos Radar Kediri.
Baca Juga: I League Datang Verifikasi Kedua Stadion Brawijaya Kediri, Kapolres Cek Kesiapan jelang Super League
Nantinya, polres akan terlebih dahulu menganalisa potensi-potensi gangguan keamanan yang terjadi. Di samping itu juga mempertimbangkan hasil dari risk assestment dari Polda Jawa Timur. Tak sebatas itu, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan berbagai unsur yang terkait.
“Apakah memang bisa dilaksanakan di Kediri atau dengan berbagai pertimbangan harus dilaksanakan di kota lain. Itu nanti perlu analisa lebih lanjut,” jelas pria yang akrab disapa Wisnu tersebut.
Untuk diketahui, Wisnu bersama rombongannya dari Polres Kediri Kota melakukan pengecekan langsung ke Stadion Brawijaya pada Kamis (27/8). Dia tampak berkeliling untuk melihat kondisi beberapa fasilitas di stadion. Mulai dari kondisi pintu masuk atau keluar, penerangan di area stadion, lapangan, pagar, dan lainnya.
Baca Juga: Kapolres Kediri Kota Cek Kesiapan Stadion Brawijaya, I.League Verifikasi Kedua
Sembari mengecek, pihaknya juga tampak intens berbincang dengan manajemen Persik Kediri. Ada dari Direktur Utama Souraiya Farina Alhaddar, Direktur Operasional Moch. Syahid Nur Ichsan, serta Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Tri Widodo.
“Kami melakukan pengecekan awal terkait kesiapan stadion yang rencananya akan dipergunakan tanggal 5 September,” terang bapak tiga anak tersebut.
Dia menjelaskan, ada beberapa hal yang menjadi catatan untuk keamanan. Salah satunya terkait dengan penerangan area Stadion Brawijaya.
“Temuan dari kami mungkin terkait dengan penerangan aja yang perlu ditambah,” sebutnya.
Namun demikian, pihaknya tidak bisa menentukan begitu saja apa yang membuat Stadion Brawijaya bisa disebut layak atau tidak untuk digunakan sebagai venue Super League.
Dia menyebut, pengecekan pada Rabu (27/8) hanya pengecekan secara kasat mata. Mengenai layak atau tidaknya, pihaknya akan tetap menunggu hasil dari risk assestment Polda Jawa Timur.
Baca Juga: Panpel Persik Diburu Waktu, I.League Segera Inspeksi Ulang Stadion Brawijaya
“Tetap kami berpatokan pada hasil risk assestment,” tegasnya.
Terakhir, Wisnu berpesan untuk semua masyarakat khususnya para suporter untuk menjaga ketertiban. Dia menuturkan, pertandingan Super League di Kota Kediri merupakan sebuah event yang positif. Yakni event yang menandakan sebuah kemajuan olahraga di Kota Kediri.
“Jangan sampai kita mecederai upaya untuk memajukan olahraga di Kota Kediri dengan hal-hal yang merugikan atau mengganggu ketertiban di masyarakat, sehingga masyarakat menjadi antipati terhadap adanya pertandingan di Kota Kediri,” pesan Wisnu. (*)
Editor : Mahfud