Alasan Persik Kediri Rekrut Pemain Muda, Razzi: "Mereka Masih Lapar"

Emilia Susanti • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:30 WIB
Althaf Indie (kiri) dan Zanadin Fariz (kanan) resmi membela skuad Macan Putih di Super League 2026/2027. (FOTO: Persik Kediri)
Althaf Indie (kiri) dan Zanadin Fariz (kanan) resmi membela skuad Macan Putih di Super League 2026/2027. (FOTO: Persik Kediri)

KOTA, JP Radar Kediri - Skuad Persik Kediri musim ini memang penuh kejutan. Banyak warna. Pun eksperimen. Salah satunya terkait dengan rekrutan-rekrutannya.

Yang mana, banyak para penggawa anyar masih berusia muda. Mulai dari Althaf Indie, Zanadin Fariz, Dzaki Asraf, dan beberapa lainnya.

"Kami ingin bikin skuad yang muda. Jadi ada kompetitifnya," terang Sport Director Persik Kediri Dyaradzi Aufa Taruna alias Razzi.

Baca Juga: Ini yang Membuat Husna Malik Optimistis di Musim Ketiganya Memperkuat Persik Kediri

Dia menjelaskan, pihaknya ingin menciptakan kompetisi di dalam skuad Macan Putih itu sendiri. Pada setiap posisi, para penggawa harus benar-benar bekerja keras untuk mendapatkannya.

Nah, baginya, para pemain muda memiliki ambisi tersebut. Mereka dinilai punya rasa ingin tahu tinggi yang nantinya akan berdampak positif terhadap tim.

"Misalnya bek kanan ada Dzaki, ada Daffa. Di winger ada Ezra, ada Sandro. Jadi dari segi materi kami siapkan agar ada kompetisi secara internalnya. Kami pilih jalur itu karena pemain muda itu masih ingin belajar, masih lapar," beber pria berkacamata itu.

Untuk diketahui, mayoritas pemain lokal anyar Macan Putih memang berusia 20-an. Kisarannya antara 22 - 25 tahun. Untuk under 23 tahun, pemain yang direkrut meliputi Dzaki Asraf, Althaf Indie, Zanadin Faris, serta Dimas Juliono.

Baca Juga: Kemenangan Persik Jadi Pelipur Lara, Ini Ungkapan sang Pelatih

Sementara, Fransisko Alesandro dan Daffa Salman kini berusia 24 tahun. Sementara, kiper baru Macan Putih Satrio Azhar berusia 25 tahun.

"Pemain muda itu lapar, mau belajar, mau mendengar, jadi dinamikanya belajarnya itu ada. Mereka juga cepat menangkap apa yang dimau," lanjut Razzi.

Dia megakui bahwa langkah yang dilakukan Persik Kediri ini membutuhkan suatu proses adaptasi yang tidak gampang. Namun itu hal yang lumrah.

Apalagi saat dilakukan bongkar pasang pemain. Pun saat merotasi posisi dari seseorang pemain. Misalnya dari pemain bek tengah menjadi bek kanan atau dari gelandang ke posisi winger.

"Waktu di Solo dan Malaysia, Marcos masih bongkar pasang line up. Bongkar pasang posisi. Memang masih mengecewakan tapi di game ini, lawan Bhayangkara FC ini, ini pertamakalinya kami nurunin yang pemain utamanya lebih lama, jadi alhamdulillah hasilnya bagus," tandas Razzi. (*)

 

 
Editor : Mahfud
skuad persik pemain muda persik razzi taruna Super League 2026/2027 persik kediri