Menjalani laga perdana untuk sebuah kompetisi seringkali menguji adrenalin pemain. Bahkan sebuah tim. Tak jarang mereka mengalami demam panggung saat di lapangan hijau. Apalagi saat bermain di kandang sendiri. Sebuah situasi yang bisa berakibat buruk untuk hasil pertandingan.
“Untuk masalah grogi untuk seorang pemain saya kira hal yang wajarlah,” kata legenda Persik Kediri Khusnul Yuli.
Dia mengatakan, setiap pemain pasti merasakan sebuah tekanan tersendiri dalam sebuah pertandingan. Apalagi dalam laga dengan tensi tinggi. Namun demikian, semuanya akan tetap bisa teratasi.
“Tergantung individu pemain cara menyikapinya seperti apa. Kalau saya dulu berprinsip untuk lima sampai sepuluh menit awal tidak boleh sering melakukan kesalahan pada saat pegang bola,” ceritanya.
Menurutnya, sepuluh menit pertama menjadi sangat krusial. Apabila bisa dilalui dengan baik, dia merasa bisa bermain lebih lepas. Pun bisa menampilkan performa terbaiknya.
“Rasa grogi atau demam panggung akan hilang dengan sendirinya,” akunya.
Kendati demikian, tak semua pemain menerapkan cara yang sama. Pasalnya, Suswanto yang juga mantan pemain Persik Kediri punya cara yang berbeda untuk mengilangkan rasa grogi tersebut. Yakni dengan berteriak kencang di lapangan hijau.
“Biasanya kalau grogi di lapangan yang harus dilakukan teriak sekeras-kerasnya biar bisa menghilangkan ketegangan pemain,” ungkapnya.
Mungkin, apa yang dilakukan Khusnul Yuli maupun Suswanto bisa menjadi motivasi tersendiri bagi para pemain. Tak terkecuali bagi skuad Persik Kediri yang sekarang. Tak ada salahnya bila skuad Macan Putih mencoba cara dari dua legenda tersebut. Apalagi, tensi saat ini cukup tinggi imbas beberapa hasil uji coba yang kurang memuaskan hati suporter.
Terlepas dari itu, legenda Persik Kediri Musikan mengatakan bahwa skuad yang saat ini harus terus mematangkan persiapannya. Menurutnya, kekalahan dalam sebuah uji coba harus menjadi pelajaran penting untuk memperbaiki kelemahan dari tim.
“Malah beruntung kalau tahu kekurangan tim sebelum kompetisi dimulai. Jadi pas kompetisi, tim ini sudah bagus untuk menatap kompetisi Super League,” katanya.
Lebih dari itu, dia mengingatkan bahwa keberhasilan tim hanya bisa diraih apabila semuanya mau bekerja bersama. Mulai dari pemain, ofisial, manajemen, juga suporter.
“Pesan saya, ayo kompak lagi suporter Persikmania satu ungu buat Persik dan Kota Kediri, jangan ada dua warna. Tolong lihat Vietnam atau piala dunia, suporter bangga dengan tim kebesarannya,” petuahnya. (em/fud)