JP Radar Kediri – Skuad Macan Putih Persik benar-benar berharap pada dukungan nyata para suporternya.
Mereka ingin pendukung setianya memadati Stadion Brawijaya setiap kali pertandingan kandang berlangsung. Tujuannya, tak hanya soal support semangat namun juga persoalan finansial.
“Manajemen klub berharap para supporter kembali meramaikan stadion Brawijaya musim ini. Entah itu nanti harga tiketnya naik atau tidak,” sebut Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Tri Widodo.
Menurut pria yang mengawali kiprah di Persik sebagai announcer pertandingan itu, Persikmania dan warga Kediri selayaknya berbangga hati.
Sebab, Kediri yang nota bene kota kecil masih memiliki klub yang berkontestasi di kompetisi sepak bola kasta tertinggi Tanah Air.
Sosok yang juga dipanggil Widodo ‘Hunter’ ini menambahkan, Persik Kediri yang sekarang ini merupakan klub profesional. Klub yang tidak lagi menerima anggaran dari pemerintah daerah.
Sehingga pemasukan dari sponsor dan penjualan tiket sangat berharga bagi klub. Karenanya, dia mengajak para pendukung setia Persik Kediri untuk memberi kontribusi nyata untuk Macan Putih.
“Andalan manajemen itu ya sebagian dari sponsor dan ticketing. Jadi kami mengimbau atas nama keluarga besar Persik Kediri bagaimana teman-teman bisa datang ke stadion, membeli tiket, memberi dukungan nyata ke Stadion Brawijaya. Karena liga satu itu langka,” tekannya.
Kompetisi Super League 2026/2027 sendiri menyisakan waktu kurang dari satu bulan. Karenanya, Panpel Persik Kediri terus bergerak untuk memastikan kesiapan stadion. Mulai dari pemasangan single seat, perawatan lapangan, hingga perbaikan lampu.
Widodo mengatakan, I.League akan berencana melakukan verifikasi kedua terhadap Stadion Brawijaya. Selanjutnya, pihak kepolisian akan melakukan risk assesment yang diagendakan pada 30-31 Agustus. Dalam hal ini adalah Polda Jawa Timur.
“Ada banyak tahapan, ada inspeksi kedua dari I.League, terus ada tahapan risiko keamanan. Jadi ada beberapa tahapan sebelum pertandingan digelar,” bebernya.
Dia menjelaskan, risk assesment dari kepolisian itu berkaitan erat dengan kuota penonton untuk pertandingan kandang Persik Kediri. Kuota ini bisa bertambah dan bisa menurun. Itu bergantung pada nilai dari hasil risk assesment tersebut.
Kendati demikian, panpel tetap menyegerakan pengajuan surat izin untuk pelaksanaan laga kandang Persik Kediri kontra Dewa United Banten FC.
“Dalam waktu dekat kami akan melayangkan surat ke Polres Kediri Kota, untuk match yang pertama, tanggal 5,” jelas pria berkumis itu.
Mengenai harga tiket, Widodo meminta agar Persikmania untuk menunggu. Dia menyebut bahwa pihaknya kini masih terus menggodok harga tiket. Bapak dua anak itu mengaku masih mencari formula yang tepat untuk penentuan harga yang ‘pas’ untuk para suporter.
“Fix-nya berapa ya mungkin antara 65 (Rp 65 ribu). Yang dicari kan pasti ekonomi ya, nah yang ekonomi ini yang masih dalam pembahasan, yang pas itu berapa untuk Persikmania,” bebernya.(em/fud)