KONI Kebut Pengecekan Venue Porprov XI Jawa Timur 2029, Kabupaten Kediri Juga Datangi Aset Milik Swasta

Emilia Susanti • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 19:01 WIB
KONI Kabupaten Kediri mengecek calon venue untuk porprov 2029. (FOTO: KONI Kabupaten Kediri)
KONI Kabupaten Kediri mengecek calon venue untuk porprov 2029. (FOTO: KONI Kabupaten Kediri)

JP Radar Kediri – Kabupaten dan Kota Kediri digadang-gadang akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI Jawa Timur 2029. Meski belum ada surat keputusan (SK) resmi, kedua pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) terus bergerak untuk mengecek kesiapan venue.

Ketua KONI Kabupaten Kediri Hakim Rahmadsyah Parnata menyebut, pihaknya telah selesai mengecek venue-venue pada aset milik pemerintah. Misalnya ke kolam renang Corah Pare, Gedung Bagawanta Bhari, Convention Hall SLG, hingga Stadion Chanda Bhirawa Pare. Sementara, aset milik swasta yang telah didatangi yaitu Surya Inspirasi School.

“Itu adalah venue-venue yang kami usulkan ke provinsi,” terang pria yang akrab disapa Hakim itu.

Sampai saat ini, pihaknya terus berkeliling mengecek calon venue porprov. Terdekat, dia akan mendatangi sport center yang ada di Sekolah Rakyat di Kecamatan Plosoklaten. Selain itu, dia juga akan mengecek gedung-gedung yang potensial untuk cabang olahraga bela diri.

“Rencananya minggu depan kami ke sana,” kata Hakim.

Dia menekankan, proses pengecekan venue tersebut dilakukan untuk kebutuhan proses pengajuan tuan rumah porprov. Yang mana, data mengenai venue tersebut akan disampaikan ke KONI Jawa Timur.

“Saat ini kan masih tahapan usulan tuan rumah. Jadi belum ada survei dari Jawa Timur,” tandasnya.

Terpisah, Ketua KONI Kota Kediri Eko Agus Koko mengaku pihaknya telah menuntaskan pengecekan venue untuk porprov nanti. Dia mengklaim sudah siap untuk melaporkan ke KONI Jawa Timur. Hanya saja, pihaknya masih menunggu proses pendataan venue dari KONI Kabupaten Kediri. Pasalnya, Kota Kediri tidak akan menjadi tuan rumah tunggal.

“Kami menunggu dari Kabupaten Kediri, kalau sudah nanti baru ke Jawa Timur,” jelasnya.

Lebih lanjut, Koko-sapaan akrabnya, menyebut bahwa pihaknya telah membentuk tim untuk mengecek kesiapan venue. Hasilnya, beberapa venue membutuhkan perbaikan. Ada yang perlu perbaikan kecil, juga ada yang besar.

“Misalnya di Lapangan Ngronggo, kami lihat toiletnya masih belum layak. Lalu, di Stadion Brawijaya, butuh perbaikan lintasan lari, yang tartan itu. Cabor unggulan kami kan atletik jadi ya harus di Kota Kediri,” tegasnya.

Selain itu, KONI Kota Kediri juga berkomunikasi dengan kampus-kampus yang berlokasi di Kota Kediri. Menurutnya, gedung atau aula yang dimiliki kampus juga bisa dijadikan venue pertandingan. Khususnya pertandingan dari cabor beladiri.

“Semua kampus menyambut baik,” tandasnya.

Seperti diketahui, Kabupaten dan Kota Kediri sama-sama mengajukan diri sebagai tuan rumah Porprov Jatim IX 2029. Pengajuan tersebut resmi disampaikan dalam forum Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Jawa Timur yang berlangsung di Surabaya, Rabu (24/6).

Selanjutnya, kedua organisasi olahraga ini pun melakukan pertemuan. Dalam pertemuan, mereka membahas mengenai venue. Yang mana, sekitar 40 cabor direncanakan berlangsung di Kabupaten Kediri. Sementara, ada 35 cabor yang diadakan di Kota Kediri. Sisanya, sepuluh cabor akan “numpang” di daerah lain. (*)

 

Editor : Mahfud
tuan rumah porprov porprov 2029 venue porprov kediri koni kota kediri KONI Kabupaten Kediri