JP Radar Kediri – Rencana pemasangan single seat di Stadion Brawijaya, Kota Kediri kembali ditunda. Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Kediri Tri Widodo mengatakan, penundaan tersebut merupakan permintaan dari vendor. Rencananya, pengerjaan akan dijadwalkan ulang setelah momen Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Batal lagi. Infonya nanti dikerjakan tanggal 20,” kata pria yang akrab disapa Widodo itu.
Meski mundur, pemasangan single seat itu tetap ditargetkan rampung pada 25 Agustus nanti. Dia menyebut bahwa vendor akan menurunkan sepuluh hingga sebelas pekerja untuk pengerjaannya.
“Pengerjaannya hanya empat hari selesai, infonya dari vendor begitu. Semoga lancar,” harap pria berkumis itu.
Sesuai rencana awal, Persik Kediri akan melakukan pemasangan sebanyak dua ribu single seat di Stadion Brawijaya. Sasaran utamanya yaitu tribun very important person (VIP) dan utama. Baik di sisi utara maupun selatan.
Meski belum menyeluruh, pemasangan single seat ini menjadi bentuk upaya Persik Kediri untuk memenuhi catatan dari I.League. Apabila tidak dipenuhi, ancaman pengurangan dua poin bisa menimpa skuad Macan Putih. Pastinya, hal tersebut akan berdampak pada posisi Persik Kediri di papan klasemen Super League 2026/2027.
Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri turut turun tangan dalam membenahi Stadion Brawijaya. Dalam hal ini, Pemkot Kediri akan melakukan perbaikan pada lapangan, lampu, serta pagar di dalam stadion. Tentunya, apa yang akan dilakukan oleh pemerintah ini membawa keuntungan tersendiri bagi Persik Kediri.
“Kami akan memenuhi catatan yang diberikan oleh I.League. Tentunya kami harus bersinergi dengan stakeholder, dalam hal ini pemilik stadion, yaitu Pemerintah Kota Kediri,” ujar Direktur Utama Persik Kediri Souraiya Farina Alhaddar.
Untuk diketahui, Persik Kediri tetap menjadikan Stadion Brawijaya sebagai homebase di Super League 2026/2027. Hanya saja, stadion kebanggaan warga Kota Kediri ini mendapat banyak catatan dari I.League. Adalah mengenai kondisi lapangan, lampu, serta tribun penonton.
Sementara, catatan mengenai pagar merupakan catatan yang datang dari pihak kepolisian. Yang mana, keberadaan serta kondisi pagar merupakan salah satu aspek penilaian dalam risk-assesment.
Nah, hasil dari risk-assesment itulah yang nantinya menjadi pertimbangan Polres Kediri Kota dalam memberikan rekomendasi izinnya atas pelaksanaan pertandingan kandang Persik Kediri. (*)
Editor : Mahfud