JP Radar Kediri – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya mencabut larangan suporter tamu. Kabar ini menjadi angin segar bagi para suporter. Pun bagi setiap klub. Ya walaupun dalam praktiknya nanti, larangan suporter tamu akan tetap diberlakukan pada laga-laga yang memiliki rivalitas tinggi.
“Larangan away dicabut tapi nanti panpel (panitia pelaksana) punya kewenangan untuk menolak (suporter tamu, Red),” kata Ketua Panpel Persik Kediri Tri Widodo.
Pria berkumis itu menerangkan, kebijakan atas kehadiran suporter tamu akan bergantung pada masing-masing klub. Yakni dengan mempertimbangkan hasil koordinasi dengan pihak kepolisian. Bila ada revitalitas tinggi, pertandingan tetap dimungkinkan berlangsung tanpa penonton.
Kendati demikian, Widodo-sapaan akrabnya, menyambut baik pencabutan larangan away tersebut. Pihaknya tak lagi khawatir akan bayang-bayang denda. Khususnya pada laga yang mendatangkan jumlah suporter besar. Misalnya saat menjamu Persib Bandung atau Persija Jakarta.
“Tetapi dalam regulasi, suporter tamu tetap sebanyak lima persen dari kuota penonton,” tambahnya.
Dia berharap, pihak kepolisian juga bisa memberi restu untuk kehadiran suporter tamu. Yang mana, selama ini, pihak kepolisian masih mempersoalkan atas keamanan di dalam stadion. Catatan terbesarnya mengenai pagar.
“Pagarnya belum ada perbaikan. Itu yang jadi masalah, yang membuat nilai risk assesment Persik Kediri itu rendah,” keluhnya sembari menyebut pihaknya akan mengagendakan risk assesment untuk musim depan pada akhir Agustus nanti.
Bayu Pratama, 34, salah satu Persikmania mengaku gembira dengan dicabutnya larangan suporter tamu. Dia merasa senang karena akhirnya bisa memberi dukungan langsung saat tim kebanggaannya away.
“Atmosfir ketika mendukung tim kebanggaan di stadion itu beda banget dibandingkan hanya nonton di televisi atau streaming,” kata penggemar Macan Putih asal Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri tersebut.
Secara pribadi, dia sejatinya berharap seluruh pertandingan bisa disaksikan oleh kedua suporter di stadion. Namun, dia menghormati kebijakan dari PSSI. Dia berharap para suporter lain juga bisa menghargainya. “Cuma sebagai suporter pasti inginnya di semua laga home atau away itu bisa ditonton,” tandasnya.
Untuk diketahui, pencabutan larangan away itu disampaikan langsung oleh Direktur Utama I.League Ferry Paulus. Dia mengatakan, larangan tersebut dicabut usai pihaknya mendapat restu dari FIFA. Namun demikian, restu itu diberikan dengan beberapa catatan.
Catatan utamanya, semua kebijakan diserahkan kepada pemangku kepentingan. Dalam hal ini yaitu perizinan kepolisian. Khusus klub-klub yang memiliki rivalitas tinggi, termasuk juga yang ada indikasi dari segi intelejen, dilarang untuk dilakukan. (em/tar)
Editor : Mahfud