JP Radar Kediri – Persik Kediri telah meresmikan 22 nama pemain untuk mengarungi Super League 2026/2027. Berkaca dari skuad sebelumnya, jumlah tersebut masih kurang. Setidaknya, Macan Putih pasti memiliki sekitar 30 pemain setiap musimnya. Praktis masih banyak slot kosong saat ini.
Lebih dari itu, slot pemain asing Macan Putih juga masih tersisa banyak. Manajemen masih bisa menambah enam pemain asing ke dalam skuad. Sebab, jumlah pemain asing yang dimiliki saat ini sudah sebanyak lima. Mereka adalah Jon Toral, Jose Enrique, Ernesto Gomez, Imanol Garcia, dan Francisco Carneiro alias Kiko.
Lantas, apakah Persik Kediri akan memaksimalkan kuota sebelas pemain asing? “Untuk sekarang hanya sepuluh (pemain asing, Red), kami akan memiliki sepuluh pemain asing,” kata Head Coach Persik Kediri Marcos Reina Torres.
Berdasar pernyataannya tersebut, praktis ada lima pemain asing anyar yang belum dikenalkan oleh manajemen Persik Kediri. Nama-nama tersebut masih disimpan rapat oleh manajemen.
Baca Juga: Sergio Castel Resmi Gabung ke Persik Kediri, Bakal Jadi Pesaing Jose Enrique di Lini Depan
Hanya saja, seperti yang diberitakan Radar Kediri sebelumnya, ada empat pemain asing yang bergabung dengan Macan Putih. Yaitu Marcelo Djalo, Park Jun-heong, Sergio Castel, serta Eduardo Barbossa.
Terlepas dari itu, Marcos menyebut bahwa Persik Kediri memang masih menyisakan satu slot untuk pemain asing. Yang mana, satu slot ini bisa bermanfaat bagi tim di pertengahan kompetisi nanti.
“Kami menyisakan satu slot untuk bursa transfer berikutnya,” jelasnya.
Sejauh ini, pelatih asal Spanyol itu puas dengan skuad ‘baru’ yang dibangun. Dia percaya bahwa racikan tim di musim ini bisa lebih bersaing. Meskipun tanpa mengeluarkan anggaran besar seperti tim-tim lain yang berada di papan atas musim lalu.
“Saya tahu banyak tim lain telah mengeluarkan uang yang banyak (untuk belanja pemain, Red). Tetapi kami membuat tim yang bagus,” tekan Marcos.
Untuk diketahui, skuad Macan Putih saat ini tengah menjalani training camp di Solo, Jawa Tengah. Agenda tersebut dinilai penting untuk menyatukan visi dan fondasi tim. Selain menjalani latihan intensif, agenda training camp itu juga dilengkapi dengan beberapa uji coba. Yang mana, uji coba itu menjadi bahan evaluasi penting bagi tim pelatih.
“Saya cukup percaya diri bisa bersaing dengan tim manapun karena kami punya taktikal, fisik, dan mental yang kuat,” tandasnya. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita