JP Radar Kediri - Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Kediri batal melakukan top dressing lapangan Stadion Brawijaya. Perawatan yang direncanakan berlangsung minggu ini itu mundur lantaran belum menemui kesepakatan dengan pihak vendor.
"Belum ada kecocokan (harga) dengan vendor terkait dengan pembiayaan," ungkap Ketua Panpel Persik Kediri Tri Widodo.
Dia mengaku belum mengetahui jadwal terbaru untuk top dressing. Namun, dia menekankan bahwa top dressing akan tetap dilakukan karena menjadi salah satu perawatan penting agar bisa digunakan untuk kompetisi nanti.
Di samping itu, dalam verifikasi I.League, kondisi lapangan menjadi salah catatannya. "Kemarin (I.League) sudah verifikasi, ada beberapa catatan," beber Widodo-sapaan akrabnya.
Dia mengatakan, I.League telah melakukan verifikasi terhadap Stadion Brawijaya, Kota Kediri pada pertengahan Juli lalu. Tepatnya pada 14 Juli.
Baca Juga: Cicil Perawatan Lapangan Stadion Brawijaya, Panpel Persik Kediri Klaim Rumput Rusak
Menurutnya, bukan hanya lapangan yang mendapatkan catatan dari I.League. Melainkan juga beberapa hal lainnya.
"Lampu kemarin dihitung cuman 1.300 lux," ujarnya sembari menyebut regulasi I.League saat ini harus mencapai 1.800 lux.
Selain itu, dia juga mengatakan bahwa sudah seharusnya Stadion Brawijaya menyediakan single seat di tribun.
Kemudian, area parkir juga mendapatkan catatan tersendiri dari I.League. "Pokoknya banyak catatan dari I.League," jelasnya.
Seperti diketahui, kompetisi Super League 2026/2027 akan berlangsung 4 September mendatang. Praktis, hanya ada waktu sekitar sebulan untuk melakukan persiapan.
Baik persiapan yang diperlukan oleh panpel maupun tim. Dalam waktu dekat, Widodo menyebut akan ada workshop yang dilakukan I.League pada Agustus nanti.
Diberitakan sebelumnya, Panpel Persik Kediri mulai melakukan perawatan ringan terhadap lapangan Stadion Brawijaya.
Pasalnya, kondisi lapangan saat ini diklaim mengalami kerusakan parah. Salah satu penyebabnya karena pemakaian lapangan dengan intensitas tinggi. Sehingga, hal itu membuat kondisi lapangan memburuk. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita