JP Radar Kediri – Kompetisi Super League 2026/2027 akan bergulir awal September nanti. Sekitar satu bulan lagi. Tak ayal, Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Kediri mulai menyibukkan diri.
“Sudah mulai untuk pemotongan rumput,” kata Ketua Panpel Persik Kediri Tri Widodo.
Dia menyebut, kondisi rumput lapangan di Stadion Brawijaya saat ini mengalami rusak berat. Di beberapa spot tertentu, rumputnya ada yang mati. Lalu ada pula yang terkelupas. Lebih dari itu, pria berkumis itu menyebut ada bagian tanah di pinggir lapangan yang juga ambles.
Widodo akhirnya menyinggung pemakaian lapangan di Stadion Brawijaya. Indikasinya adalah penggunaan lapangan dengan intensitas berlebih. Misalnya dipakai untuk dua kali pertandingan atau lebih dalam sehari.
“Kami berharap pemerintah kota bisa selektif dalam memberikan izin. Kalau disewakan sebaiknya ada batasannya,” kritiknya.
Baca Juga: Persik Tak Muluk-Muluk di Piala Soeratin, Prioritaskan Pemain Mendapat Menit Bermain Lebih Banyak
Terlepas dari itu, Widodo mengatakan pihaknya tetap bersiap menyiapkan lapangan untuk gelaran kompetisi nanti.
Rencananya, top dressing rumput akan dilakukan pada minggu depan. Selanjutnya, perawatan akan terus dilakukan secara intensif hingga Super League 2026/2027 bergulir. “Full perawatan,” tegasnya.
Untuk diketahui, I.League akhirnya telah mengumumkan jadwal kompetisi Super League. Pada musim 2026/2027 nanti, kompetisi dijadwalkan mulai bergulir pada 4 September mendatang.
Adanya jadwal ini pun diharapkan bisa membantu pihak-pihak yang berkepentingan dalam melakukan persiapan.
Sementara itu, persiapan tim yang dilakukan Persik Kediri saat ini hanya sebatas melepas dan mempertahankan pemain.
Setidaknya, informasi itulah yang memang dibagikan ke publik. Dalam hal ini, nama-nama pemain yang tetap menghiasi skuad adalah Krisna Bayu Otto, M. Khanafi, serta Ady Eko Jayanto.
Selanjutnya, pemain asing yang bertahan antara lain Francisco Carneiro, Jon Toral, Ernesto Gomez, Jose Enrique, dan Imanol Garcia.
Selain itu, masih ada pemain lokal Husna Al Malik, Rizqi Abhirama, Rendy Sanjaya, dan Yoga Adiatama. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita