KEDIRI, JP Radar Kediri– Persik Kediri diisukan harus pindah kandang di kompetisi Super League musim depan. Kabar itu santer dibahas di media sosial.
Secara resmi, manajemen Macan Putih belum memberi pernyataan. Namun begitu Ketua Panita Pelaksana (Panpel) Persik Kediri Tri Widodo masih percaya diri bahwa tim bisa berkandang di Stadion Brawijaya, Kota Kediri.
“Musim depan ya tetap di Kediri. Kan Persik Ke-di-ri, ya tetap di Kediri,” kata pria berkumis itu.
Dia menyebut, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri akan melakukan perbaikan pada pagar stadion. Bila ini terlaksana, dia meyakini bahwa nilai re-risk assesment dari kepolisian akan membaik.
Yang mana, nilai re-risk assesment di Stadion Brawijaya selama ini masih di bawah standar, yaitu 42,8 persen.
Baca Juga: Persik Kediri Pertahankan Lisensi ACL 2, Komitmen Menjadi Klub Profesional
“Ada penggantian pagar. Kemarin (beberapa waktu lalu, Red) kami sempat rakor dengan bu Endang (Kepala PUPR) menyampaikan, pemkot tahun ini mengganti pagar stadion,” bebernya.
Selama ini, beberapa laga kandang Persik Kediri terpaksa diungsikan. Sebab utamanya, manajemen tidak mendapat restu dari pihak kepolisian.
Yang mana, kepolisian sendiri memiliki alasan kuat untuk tak memberi rekomendasi izin. Yakni karena kondisi stadion yang masih memiliki nilai re-risk assesment rendah.
Sehingga, laga-laga dengan kerawanan tertentu harus digelar di stadion alternatif.
Beberapa laga usiran itu antara lain adalah laga Persik Kediri kontra Persebaya Surabaya, PSIM Yogyakarta, serta Arema FC.
Sementara, pada saat menjamu Madura United FC, skuad Macan Putih tidak menggelar laga di Stadion Brawijaya karena bersamaan dengan pelaksanaan gladi bersih Upacara Hari Kemerdekaan 17 Agustus.
Sementara itu, stadion alternatif yang selalu digunakan Persik Kediri yaitu Gelora Joko Samudro (GJS), Gresik. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita