KEDIRI, JP Radar Kediri - Denda mengintai Persik Kediri. Bagaimana tidak. Pada laga kandang terakhir, ada beberapa pelanggaran yang dilakukan. Mulai kehadiran suporter tamu, adanya petasan, hingga penyalaan flare di akhir pertandingan.
"Dua musim, waktu anthem seperti dikomando itu langsung menyala semua. Entah itu kembagn api, petasan, flare, itu setelah pertandingan masih itungan (dihitung sebagai pelanggaran, Red). Entah itu didenda tidak terserah komdis (komite disiplin)," kata Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Kediri Tri Widodo.
Pria berkumis itu menyebut, pihaknya selalu dikenai denda atas pelanggaran yang dilakukan. Dia mengaku pihaknya mendapat sanksi denda sekitar Rp 200 juta selama dua musim terakhir.
Sebabnya ya karena menyalakan flare seusai pertandingan. Sejatinya, pihaknya menyadari bahwa regulasi larang flare, kembang api, atau petasan tersebut. Karenanya, panpel pasrah dengan hasil sidang Komdis PSSI nanti.
Baca Juga: Markas Persik Kediri Stadion Brawijaya Tak Lagi Angker, Skuad Macan Putih Wajib Berbenah
Untuk diketahui, dalam laga kandang terakhir Macan Putih, suasana di tribun memang berbeda dari laga-laga home sebelumnya. Pada Sabtu (16/5), penonton yang tercatat dalam I.League adalah sebesar 7.153.
Jumlah ini menjadi catatan penonton terbesar sepanjang musim ini. Yang mana, tidak hanya Persikmania yang memadati tribun Stadion Brawijaya. Melainkan juga dari The Jakmania.
Di sisi lain, para suporter juga tampak menyalakan flare dan kembang api seusai pertandingan Persik versus Persija. Sampai-sampai, stadion pun menjadi berasap. Tak hanya itu, bunyi petasan juga beberapa kali terdengar. Bahkan, itu juga dilakukan saat pertandingan tengah berlangsung.
Kendati demikian, situasi pertandingan tetap berjalan dengan lancar. Gejolak antar suporter pun tidak ada. Baik selama atau seusai pertandingan. Karenanya, panpel berharap larangan suporter tim tamu segera dicabut oleh I.League.
"Larangan away itu harus diputus," tegasnya. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita