KEDIRI, JP Radar Kediri- Kompetisi BRI Super League musim ini segera berakhir. Persik Kediri sendiri telah memastikan diri bertahan.
Tak heran bila banyak yang mulai penasaran dengan persiapan menghadapi kompetisi musim depan. Utamanya terhadap skuad Macan Putih.
Salah satu pertanyaannya adalah, akankah Persik Kediri melakukan perombakan?
“Saya pikir untuk segala hal yang berkaitan dengan musim depan belum akan dibicarakan setelah musim ini berakhir,” kata Head Coach Persik Kediri Marcos Reina Torres.
Baca Juga: Triple'S Kediri Resmi Ikuti Putaran Nasional Liga 4 Piala Presiden 2025/2026
Untuk diketahui, manajemen Persik Kediri saat ini belum memastikan nasib pelatih asal Spanyol itu di kompetisi BRI Super League musim depan.
Tak ayal jika Marcos belum bisa memberikan jawaban terkait pertanyaan tersebut.
Dia menegaskan, tim saat ini masih fokus untuk menghadapi dua laga yang tersisa. Yaitu laga melawan Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya.
“Sekarang bukan momen yang tepat untuk kami (membicarakan terkait rencana musim depan, Red),” kata Marcos.
Uniknya, pelatih asal Spanyol itu seolah memberi sinyal bahwa dirinya akan tetap bertahan di Persik Kediri.
“Di musim depan, kami akan membuat rencana dan melakukan apa-apa saja yang harus kami lakukan,” katanya.
Pernyataan tersebut seolah mengisyaratkan bahwa dirinya akan turut andil dalam menyusun skuad Macan Putih di musim depan.
Di sisi lain, COO Persik Kediri Arthur Daniel Irawan juga terus memberi pujiannya terhadap pelatih berusia 41 tahun itu.
Meski secara performa belum memuaskan, dia menyatakan bahwa identitas permainan Persik Kediri mulai terlihat kala tim dibawah asuhan Marcos.
“Saya sukanya karena coach Reina adalah coach yang sangat taktikal dan modern dan identitas Persik benar-benar ketemu,” ungkapnya.
Baca Juga: Persik Kediri Siap All Out, Incar Kursi 10 Besar BRI Super League
Terlepas dari itu, performa Marcos bersama Persik Kediri memang jauh dari kata memuaskan.
Dari 19 laganya bersama Macan Putih, dia sejatinya lebih banyak mencatat kekalahan.
Yaitu sebanyak sembilan kali. Sedangkan hasil kemenangan diperoleh tujuh kali, sisanya seri.
Kendati demikian, Marcos memang menemui banyak tantangan saat pertamakali bergabung.
Mulai dari adaptasi diri dengan sepak bola Indonesia, adaptasi di tim Macan Putih, hingga cobaan ketika pemainnya cedera.
Situasi itulah yang akhirnya membuat Persik Kediri sulit bermain secara konsisten dan terjebak di peringkat 12. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita