KEDIRI, JP Radar Kediri- Nasib Marcos Reina Torres di Persik Kediri masih menjadi tanda tanya besar. Secara performa memang belum bisa konsisten. Pun belum bisa dibilang menggemberikan. Namun, COO Persik Kediri Arthur Daniel Irawan menangkap hal positif yang dibawa oleh pelatih asal Spanyol itu.
"Dia adalah pelatih yang sangat modern, identitas cara gaya bermain Persik mulai ketemu," kata pria yang akrab disapa Arthur itu.
Dalam 18 laga Macan Putih, kepemimpinan Marcos jauh dari kata sempurnya. Lebih sering kalah dibanding menang. Rinciannya, enam kali menang, sembilan kali kalah, dan tiga sisanya imbang.
Di samping itu, masih ada catatan merah dalam hal kebobolan. Totalnya sebanyak 34 kebobolan. Sedangkan gol yang berhasil dicatatkan sebanyak 23 gol. Bisa dibilang, selisihnya lumayan lebar, yaitu sebelas gol.
Kendati demikian, pergantian pelatih di tengah-tengah kompetisi juga bukan hal yang mudah. Utamanya dalam proses adaptasinya. Terlebih lagi jika sang pelatih belum memiliki jejak karir di sepak bola Tanah Air seperti Marcos Reina. Dan faktanya, Persik Kediri langsung keok dalam laga perdana pelatih berusia 41 tahun itu.
Hanya saja, situasi yang dihadapi Marcos memang tidak mudah. Saat pertama kali datang, dia harus segera mengenali para pemain Macan Putih. Baik dari segi skill hingga karakter masing-masing pemain. Tugas selanjutnya, dia harus menyusun permainan dari pemain-pemain yang notabene baru dikenalinya.
Nah, saat memasuki putaran kedua kompetisi, situasi yang dihadapi makin berat. Sebab, beberapa pemain terpaksa absen. Ada yang karena akumulasi kartu kuning hingga terkena kartu merah.
Selain itu, satu per satu pemain juga tumbang lantaran cedera. Karenanya, Marcos harus terus memutar otaknya agar pemain yang ada bisa tetap memberikan hasil terbaiknya untuk Macan Putih.
“Walaupun hasil belum baik tapi saya yakin dengan proses Marcos kami bisa lebih baik lagi ke depan. Tapi kembali lagi semua butuh proses, pemain juga harus adaptasi dengan gaya bermain dia dan ya kita lihat musim depan bagaimana,” jelas Arthur.
Ya, secara blak-blakan, dia mengaku menyukai gaya permainan kaki ke kaki dari Marcos. Dia pun juga mengapresiasi banyak rotasi dalam lini tengah yang dilakukannya.
Pun dengan peluang yang banyak tercipta dari sayap. “Saya sukanya karena coach Reina adalah coach yang sangat taktikal dan modern dan identitas Persik benar-benar ketemu,” tekannya. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita