KEDIRI, JP Radar Kediri- Banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus segera diselesaikan Persik Kediri. Sebab, menguasai permainan saja tak cukup.
Punya banyak peluang pun belum menjamin kemenangan. Berkaca dari laga terakhir, dominasi Macan Putih dalam pertandingan terbukti sia-sia. Yaitu tetap kalah 0-1 dari sang tamu Borneo FC Samarinda.
"Saya selalu lihat kami selalu main dominan, pegang ball possesion banyak, 25 shoot tapi nggak memanfaatkan satu peluang pun ya kembali lagi, kami harus lebih efektif dan memanfaatkan peluang," kata owner Persik Kediri Arthur Daniel Irawan.
Efektif. Ya, itulah salah satu catatan penting dari orang nomor satu di Persik Kediri itu. Menurutnya, skuad Macan Putih wajib bermain efektif di laga selanjutnya.
Sekaligus tak boleh lengah di sektor pertahanannya. Dua hal itulah yang menjadi perhatiaannya saat ini.
Baca Juga: Jamu Arema di Gresik Tanpa Suporter Fanatik, Persik Kediri Wajib Bangkit dan Menang
"Evaluasi gimana caranya lebih efektif di depan dan tidak ceroboh di belakang," tekannya saat ditemui usai pertandingan kotra Pesut Etam-julukan Pesut Etam.
Terdekat, skuad Macan Putih akan berhadapan dengan Arema FC. Laga itu berlangsung besok di Gelora Joko Samudro (GJS), Gresik.
Dalam laga panas ini, Head Coach Persik Kediri Marcos Reina Torres akan fokus untuk menyiapkan timnya.
Dia bakal memberi perlawanan yang sengit untuk sang lawan yang dijuluki Singo Edan. Dia menegaskan tak akan memikirkan hal lain selain memperbaiki performa skuad Macan Putih.
"Kami selalu tekankan untuk bermain sebaik mungkin yang kami bisa karena wasit tidak akan pernah membantu (membuat keputusan yang tepat, Red), selalu seperti itu, saya sangat lelah dengan hal ini, saya juga sebal dengan hal ini. Jadi yang kami perlukan adalah memikirkan bagaimana tim kami agar bisa menang," tekannya.
Ya, Marcos mengaku mendapat satu pelajaran penting di kompetisi sepak bola Indonesia.
Yakni situasi di mana sang pengadil lapangan tidak bisa diandalkan. Maksudnya, ada beberapa keputusan wasit yang menurutnya kurang tepat dalam beberapa laga Persik Kediri. Itulah yang membuat skuad Macan Putih harus bekerja lebih keras lagi.
"Kami harus terus berpikir bagaimana performa bisa lebih baik lagi. Tetapi itu (handball pemain Borneo FC Samarinda, Red) harusnya sudah jelas penalti, tetapi saat lawan Persik tidak jadi penalti, saya tidak tahu kenapa, saya baru di liga ini, saya tidak tahu alasannya, dan saya tidak mengerti," tandasnya.
Seperti diketahui, handball yang terjadi pada Juan Felipe Villa Ruiz, pemain Pesut Etam, di dalam kotak penalti masih menjadi perbincangan panas bagi penggemar sepak bola Tanah Air.
Baca Juga: Persik Kediri vs Arema FC: Raih Tiga Poin, Skuad Macan Putih Menang Tipis Atas Singo Edan
Ada yang berpendapat bahwa Persik Kediri sudah sepatutnya mendapat hadiah tendangan penalti.
Namun sebagian juga ada yang berpendapat berbeda. Nah, hal inilah yang membuat Persik Kediri harus berjuang lebih keras lagi. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita