Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Marcos Reina Gagal Paham Harus ‘Mengungsi’ saat Melawan Tim dengan Rivalitas Tinggi

Emilia Susanti • Minggu, 3 Mei 2026 | 15:13 WIB
Marcos Reina Torres.
Marcos Reina Torres.

KEDIRI, JP Radar Kediri – Gagal paham. Itulah yang dirasakan pelatih Persik Marcos Reina Torres ketika menghadapi fakta harus bertanding di luar kandang kala menjamu Arema FC. Pun, pertandingannya tanpa penonton!

“Saya orang baru di liga ini. Dan ini menjadi salah satu hal yang belum bisa saya pahami,” aku head coach asal Negeri Matador, Spanyol, itu.

Menghadapi laga derby Jatim, melawan Arema FC, Persik harus menggelarnya di Stadion Gelora Joko Samodro Gresik. Mereka tak mengantongi izin dari kepolisian untuk menggelar di Stadion Brawijaya.

Baca Juga: Persik Kediri Vs Arema FC: Macan ‘Pincang’ Mengejar Menang Laga Derby Sarat Emosi, Persik Hindari Hat-trick Kalah

Situasi itulah yang membuat Marcos begitu kecewa. Lantaran timnya tidak bisa bermain di kandang, Stadion Brawijaya. Dia mengaku telah menanyakan hal ini kepada manajemen. Lantaran keputusannya tetap berlangsung di stadion alternatif, Marcos pun pasrah.

"Saya tahu mungkin ada hal politis terkait ini. Tetapi sebagai pelatih yang baru datang beberapa bulan lalu, saya tidak mengerti bagaimana ada tim tetap bisa bermain di stadion mereka, tetapi ada tim yang tidak bisa bermain di stadion kami. Saya tidak mengerti, tapi saya tetap respect," ucapnya pasrah.

Sejatinya, situasi ini bukan kali pertama terjadi. Pada laga kontra Persebaya Surabaya dan PSIM Yogyakarta, skuad Macan Putih juga harus mengungsi. Alasan utamanya lantaran tak mendapat restu dari pihak kepolisian. Yang mana, selama ini, nilai dari re-risk assesment Stadion Brawijaya memang belum memenuhi standar. Nilainya 42,8 persen, alias masih di bawah ambang batas minimum 60 persen. Karenanya, pihak kepolisian sangat hati-hati dalam memberi rekomendasi izin pertandingan. Utamanya pertandingan dengan rivalitas tingi.

"Saya tidak bisa apa-apa, saya pun sudah mencoba untuk bertanya kepada semua orang agar tetap bisa bermain di sini, meski tanpa penonton di sini (Stadion Brawijaya), apapun itu yang penting bermain di sini, tapi nyatanya itu tidak mungkin," katanya.

Baca Juga: Persik Kediri Harus Maju Terus! Bayu Otto Bakal Berjuang hingga Akhir Kompetisi

Oleh karenanya dia pasrah. Setidaknya, dukungan suporter di sesi latihan bisa menjadi bekal untuk menjamu Arema FC di Gresik nanti sore.

Seperti diberitakan, Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Kediri kembali harus mencari stadion alternatif lantaran tak mendapat lampu hijau dari pihak kepolisian. Mulanya, GJS tidak masuk dalam list panpel. Itu karena belum ada fasilitas video assistant referee (VAR) di stadion tersebut. Namun, lantaran stadion lain seperti Gelora Bung Tomo, Bangkalan, Gelora Deltras Sidoarjo, bahkan Manahan Solo menolak, panpel akhirnya mengajukan GJS. Dalam hal ini, fasilitas VAR akan menjadi tanggung jawab dari I.League. (em/fud)

Editor : Andhika Attar Anindita
#Marcos Reina Persik #persik kediri