KEDIRI, JP Radar Kediri – Apa yang harus dilakukan setelah menderita dua kali kekalahan beruntun? Jawabnya, tentu saja, harus menang! Tak sekadar menambal defisit poin saja. Namun sekaligus menghindari malu karena jika kalah lagi bakal mengantongi hat-trick kekalahan!
Situasi itulah yang dihadapi Persik saat ini. Mereka baru saja menelan dua kekalahan beruntun. Pertama ketika bertandang ke Makassar menghadapi PSM, skuad Macan Putih kalah 1-3. Setelah itu, ketika menjamu Borneo FC Persik juga terjungkal. Di kandang sendiri, Stadion Brawijaya, mereka terjungkal 0-1.
Nah, wajar bila di pertandingan berikutnya anak asuh Marcos Reina Torres tak boleh kalah. Sang pelatih pun telah bertekad mematok tiga angka dari pertandingan tersebut.
“Kami tetap berjuang untuk mendapatkan tiga poin,” tegas sang pelatih.
Baca Juga: Persik Kediri Harus Maju Terus! Bayu Otto Bakal Berjuang hingga Akhir Kompetisi
Sayangnya, upaya itu sudah pasti tidak mudah. Pertama, mereka menjalani laga usiran. Tidak bermain di kandang sendiri, melainkan di stadion Gelora Joko Samudro (GJS) Gresik. Lebih menyakitkan lagi, laga yang akan berlangsung mulai pukul 15.30 ini juga tak boleh ada penonton.
Belum lagi, komposisi skuad Macan Putih terancam pincang. Beberapa pemain pilar bakal absen. Salah satunya adalah Imanol Garcia. Pemain bernomor punggun empat itu harus menepi karena akumulasi kartu kuning.
Padahal, sang pemain memiliki peran penting di lini tengah. Berdasarkan catatan statistik I.League, Imanol mencatatkan 78 tekel, 125 intersep, dan 43 sapuan di 28 laganya bersama Persik Kediri.
Baca Juga: Semua Pertandingan Adalah Final, Persik Kediri Butuh Tiga Kali Kemenangan Demi Amankan Posisi
Kemudian, Jon Toral juga terancam absen. Eks pemain Arsenal tersebut cedera hamstring saat merumput melawan Persita beberapa pertandingan silam. Pelatih juga telah mengistirahatkan Jon Toral di dua pertandingan terakhir.
Kabar baiknya, Jon Toral disebut membaik kondisinya. Namun, itu belum menggaransi dia bakal merumput.
"Kita lihat nanti apakah bisa bermain di laga kontra Arema FC atau Semen Padang," ucap sang pelatih, mengindikasikan dia harus menunggu rekomendasi medis terlebih dulu.
Barisan pemain absen bertambah panjang dengan situasi Ezra Walian dan Francisco Carneiro. Keduanya cedera saat latihan untuk menghadapi Persijap Jepara. Bahkan, keduanya berpotensi menepi hingga akhir musim.
Lalu, bagaimana sang pelatih menyikapi situasi tak menguntungkan itu? "Kami harus menerima situasi yang terjadi. Tetapi ini bukan alasan. Kami harus mencari jalan keluar, kami punya pemain bagus jadi tentu kami tetap berjuang untuk mendapat tiga poin," tandas Marcos.
Pelatih asal Spanyol itu boleh memantapkan hati. Namun, lawan yang mereka hadapi tak mudah ditaklukkan. Apalagi Arema FC juga baru saja menelan kekalahan menyakitkan, dari Persebaya Surabaya.
Belum lagi, rivalitas kedua tim juga tinggi. Tentu saja sang lawan tidak ingin begitu saja dipecundangi.
Apapun, Marcos merasa timnya siap menghadapi laga yang diprediksi berlangsung sengit itu. Dukungan supporter yang mendatangi sesi latihan terakhir jadi penggelora.
"Dukungan suporter sangat berarti. Kami tahu laga ini sangat penting bagi penggemar. Dan ketika mereka datang, itu terasa semakin nyata," kilah Marcos.
Baginya, kehadiran suporter menjadi energi tambahan untuk tim. Menjadikan energi itu untuk menundukkan Arema FC.
Terkait persiapan tim, Marcos mengatakan beberapa pemain masih harus menjalani recovery dari laga terakhir. Terutama bagi mereka yang turun sebagai starter di pertandingan kontra Borneo FC Samarinda pada Rabu (29/4) kemarin.
Kendati demikian, pelatih asal Spanyol itu mengaku telah menyiapkan game plan untuk menghadapi Singo Edan-julukan Arema FC. Tak hanya itu, dia juga mengajak pemain untuk menyaksikan permainan dari sang lawan. Hal ini penting untuk memahami kelemahan dan kelebihan dari skuad Singo Edan.
Terpisah, Head Coach Arema FC Marcos Santos mengatakan anak asuhnya siap menantang Persik Kediri di laga sore nanti. Dia menyebut mental pemain juga sangat bagus usai mendapat dukungan langsung Aremania pada sesi latihan. Dia meyakinkan bahwa kekalahan di laga derby sebelumnya tidak akan terulang saat menghadapi Macan Putih.
"Saya selalu minta pemain untuk cari poin. Kami butuh kemenangan untuk bawa Arema ke atas lagi (ke papan klasemen yang lebih baik, Red)," katanya.
Dia mengaku persiapan yang dilakukan tim berjalan dengan baik. Pelatih asal Brasil percaya anak asuhnya akan berjuang mati-matian di laga ini. Kemenangan itu akan dipersembahkan untuk Aremania.
"Lawan Kediri kami lebih siap, mental bagus, pemain siap. Kami akan berjuang lebih serius, kami berjuang untuk Aremania," tegasnya. (em/fud)
Editor : Andhika Attar Anindita