Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Konsistensi skuad Persik Kediri Jadi PR Tersendiri, Target Tim Bukan Sekadar Bertahan di BRI Super League

Emilia Susanti • Minggu, 26 April 2026 | 07:26 WIB
Rendy Sanjaya melakukan selebreasi usai membobol gawang Madura United FC. (FOTO: Satria Dwi/Persik Kediri)
Rendy Sanjaya melakukan selebreasi usai membobol gawang Madura United FC. (FOTO: Satria Dwi/Persik Kediri)

KEDIRI, JP Radar Kediri- Perjalanan skuad Macan Putih di BRI Super League jauh dari kata sempurna.

Lebih banyak pilunya dibanding sukanya. Sembilan kali menang. Tetapi kalah sebanyak 13 kali. Lalu sisanya imbang.

Persik Kediri jatuh-bangun di kompetisi kasta tertinggi Tanah Air. Hingga pekan ke-28, posisi di papan klasemen pun tak bergerak sama sekali. Tetap di peringkat 12 sejak pekan ke-21.

“Kami sudah memberikan target. Tapi memang musim ini cukup berat juga untuk konsisten dalam penampilan setiap laganya,” kata Manajer Tim Persik Kediri Mochammad Syahid Nur Ichsan.

Menengok ke belakang, manajemen memang mengambil langkah berani saat awal musim. 

Baca Juga: Laga Berat Menanti Persik Kediri, Bakal Berikan Perlawanan Sengit Tim Papan Atas

Mulai dari menggaet nakhoda baru Ong Kim Swee hingga merombak skuad. Tak tanggung-tanggung, hampir separo pemain yang diganti.

Harapannya, tim yang baru bisa memberi hasil pertandingan lebih baik dari sebelumnya.

Nahasnya, skuad Macan Putih tampil kurang memuaskan. Di tiga laga pertama, Persik bermain tanpa kemenangan.

Mirisnya, kekalahan perdana terjadi saat berstatus tuan rumah. Kala itu, Persik kalah atas Madura United FC. Di laga-laga selanjutnya, penampilan Macan Putih tidak bisa konsisten.

Sebelum putaran pertama kompetisi berakhir, Ong Kim Swee menanggalkan jersey Macan Putih. Dia keluar untuk kembali berkarir di sepak bola Malaysia.

Mau tak mau, kursi pelatih kepala harus diganti. Lalu Marcos Reina Torres yang ditunjuk oleh manajemen.

Praktis, tim beradaptasi lagi dengan kehadiran pelatih baru. Bayu Otto dkk wajib menyesuaikan gaya permainan Marcos.

Sementara pelatih asal Spanyol itu harus segera mengenali kemampuan para pemainnya. Skuad yang notabene tidak dibangunnya sejak awal kompetisi.

Oleh karena itu, perombakan pemain kembali dilakukan. Manajemen terpaksa membuang beberapa nama dari daftar skuad.

Baca Juga: Pelatih Persik Kediri Marcos Reina Keluhkan Keputusan Wasit, Merasa Tak Adil sejak Awal Laga Kontra PSM Makassar

Mereka adalah Khurshidbek Mukhtorov, Pedro Matos, Sylvain Atieda, Lucas Gama, Williams Lugo, Hugo Samir, bahkan Yusuf Meilana dan M. Khanafi. Ada yang sekadar dipinjamkan. Namun juga ada yang dilepas.

Lalu, pemain-pemain yang merapat diantaranya ada duo Hehanussa. Yakni Hamra dan Rezaldi.

Selanjutnya, pemain asing yang datang ada Jon Toral, Adrian Luna, Ernesto Gomez, Rodrigo Dias, dan Chechu Meneses.

Faktor pergantian pelatih hingga perombakan skuad ini diklaim mempengaruhi perjalanan Persik Kediri.

“Adanya perubahan pelatih menjelang setengah musim, lalu perbedaan cara bermain juga, ada beberapa pergantian pemain asing juga, mungkin kan adaptasinya tidak semudah yang kita bayangkan juga,” kata Syahid-sapaan akrab manajer Persik Kediri.

Dia meyakinkan bahwa pihaknya selalu melakukan evaluasi. Menurutnya, masih ada peluang untuk memperbaiki posisi klasemen.

Meski mustahil untuk menjadi tim papan atas, Persik tetap punya peluang untuk berkembang.

Seperti target yang selalu disampaikan sejak awal kompetisi adalah lebih baik dari sebelumnya.

“Target kami tidak cukup untuk sampai bertahan saja, tetapi ada klasemen yang harus kami tutup di akhir musim dengan lebih baik,” tegas pria asal Bandung tersebut. (em/tar)

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#PERSIK KEDIRI KALAH #PERSIK BRI SUPER LEAGUE 2026 #PERSIK TERANCAM DEGRADASI #TARGET PERSIK KEDIRI #PERSIK HADAPI UJIAN BERAT