KEDIRI, JP Radar Kediri- Asa Persik untuk menyadang status tim papan atas kian berat. Hasil minor di putaran kedua yang memperparah perjalanan itu. Hanya tiga kali menang dari sepuluh laga yang sudah dijalani. Itulah yang membuat Persik terjebak di posisi di bawah sepuluh besar klasemen.
Kini, peluang untuk menyandang tim papan sangatlah kecil. Bahkan sudah mustahil untuk menjadi juara. Bukan hanya itu, pintu untuk menduduki peringkat dua dan tiga juga sudah tertutup.
Hal ini bukan sekadar prediksi. Berdasar hitung-hitungan poin, poin maksimal yang bisa didapatkan Persik dari pekan ke-28 hingga 34 adalah 51 poin. Hitungan ini dibuat dengan mengkalikan tujuh sisa pertandingan dengan tiga poin. Yang mana, hasilnya adalah 21 poin. Jika ditambahkan dengan koleksi 30 poin di pekan 27, maka didapatkan angka 51 sebagai poin.
Raihan poin tersebut belum cukup untuk sekadar menyamai perolehan Persija Jakarta yang menduduki peringkat 3 di papan klasemen sementara. Sebab, sang Macan Kemayoran telah mengantongi 58 poin di pekan ke-27.
Baca Juga: Laga Kandang Persik Kediri di Stadion Brawijaya pada Hari Minggu Tetap Tak Menarik Minat Suporter
Itung-itungan itulah yang membuat jalan Persik untuk meraih gelar juara sudah tertutup rapat. Menyinggung soal sisa kompetisi, Head Coach Persik Kediri Marcos Reina Torres terkesan tak ingin memprediksi banyak hal. Dia lebih memilih untuk fokus menyiapkan timnya sebaik mungkin di setiap pertandingan. Dia selalu menyebutnya pertandingan per pertandingan.
"Kami selalu fokus pada pertandingan yang akan kami hadapi. Saya percaya dengan pemain saya bisa memenangkan laga (yang ada)," kata Marcos.
Menurutnya, persaingan di kompetisi Super League memang berjalan ketat. Meski tim yakin bisa memenangkan laga, hasilnya bisa berbalikan. Karenanya, dia meminta anak asuhnya untuk bekerja keras agar lini bertahan Macan Putih bisa kokoh. Lalu, di lini depan, dia berharap Ernesto Gomez dkk bisa mencetak banyak peluang di setiap laga.
"Setelah melawan Persita, kami akan fokus hadapi pertandingan berikutnya," tandasnya. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita