KEDIRI, JP Radar Kediri– Pertandingan Persik Kediri kontra Persijap Jepara berlangsung monoton di Stadion Brawijaya. Ritme permainan Macan Putih pun tidak berjalan dengan baik. Hal itu diklaim karena permainan sering terhenti karena banyaknya pelanggaran yang terjadi.
Menurut catatan I.League, ada 32 pelanggaran yang terjadi selama pertandingan berlangsung. Pelanggaran Persik Kediri tercatat lebih besar. Yakni sebanyak 19 kali. Sementara, Persijap Jepara melakukan 13 pelanggaran. Itu belum termasuk delapan pelanggaran kartu kuning. Setidaknya, permainan terhenti sekitar 40 kali dalam kurun waktu 90+7 menit.
“Ketika permainan sering berhenti, pasti sulit untuk menemukan ritme lagi. Karena saat sudah bermain ternyata stop, saat mulai bermain lagi di stop lagi. Tentu ini menjadi sulit,” kata Head Coach Persik Kediri Marcos Reina Torres.
Meski ini menjadi sisi lain dari sepak bola, Marcos menilai sang wasit harus berbenah. Salah satunya dalam membuat keputusan. Menurutnya, wasit harus cepat dalam membuat keputusan dan itu harus clear.
Sebab, dia merasa pengambilan keputusan wasit terbilang lamban. Butuh waktu hingga satu menit bahkan lebih. “Karena di setiap ada pelanggaran, sepertinya permainan dihentikan hingga tiga menit, empat menit. Itu bukan manajemen yang diharapkan,” kritiknya.
Bila melihat lagi jalannya laga, beberapa serangan Macan Putih sering mandek. Situasi itu membuat Bayu Otto dkk harus bekerja ekstra ketika menyerang. Itu juga yang membuat Persik Kediri hanya bisa mencatatkan dua tembakan ke gawang. Padahal, saat menghadapi Persib Bandung sang pemuncak klasemen, skuad Macan Putih masih bisa membuat lima tembakan ke gawang.
Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Persik Kediri Arthur Daniel Irawan tak ingin berkomentar banyak terkait kepemimpinan wasit. Menurutnya, hal itu berada di luar kontrol. Dia lebih menekankan bahwa pemain Macan Putih harus berjuang sekeras mungkin dalam situasi apapun.
“(Wasit) bukan hal yang bisa kami intervensi. Kami harus lihat di diri sendiri, wajib evaluasi agar bisa main lebih baik lagi,” tandasnya. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita