KEDIRI, JP Radar Kediri- Persik Kediri masih memiliki delapan pertandingan di BRI Super League.
Empat diantaranya merupakan laga kandang. Meliputi laga kontra Persita Tangerang (19/4), Borneo FC Samarinda (29/4), Arema FC (3/5), dan Persija Jakarta (16/5).
Kabar baiknya, skuad Macan Putih punya kans untuk tetap menggelar laga di Stadion Brawijaya, Kota Kediri.
Sayangnya, hal tersebut kemungkinan tidak berlaku saat laga kontra Singo Edan. Itu mengingat rivalitas panjang kedua tim.
“Mudah-mudahan situasi tetap aman terus, kondusif, sehingga bisa kami gelar untuk pertandingan di Kediri,” kata Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi.
Namun demikian, perwira menengah itu tetap menekankan bahwa pemberian izin akan tetap diberikan secara parsial.
Pihaknya akan selalu melangsungkan rapat koordinasi setiap kali laga kandang Macan Putih.
Itu karena hasil re-risk assessment yang memang belum memenuhi standar yang ditetapkan.
Terpisah, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Kediri Tri Widodo tampak pasrah dengan laga kandang melawan Arema FC.
Dia tak yakin bisa menggelar laga itu di Stadion Brawijaya. Mengingat laga derby ini berpotensi menimbulkan kerawanan.
“Kesepakatannya kan ada tiga tim yang tidak diperkenankan main di sini. Nomor satu Persebaya, PSIM Yogyakarta, yang terakhir nanti Arema. Tapi kami berupaya mudah-mudahan Pak Kapolres berbesar hati memberikan panpel kebebasan menggelar pertandingan di Stadion Brawijaya,” bebernya.
Jika menengok ke belakang, ada beberapa hal yang membuat Persik Kediri tak bisa menggelar laga di Stadion Brawijaya.
Musim lalu, ada persoalan serius pada penerangan di stadion yang membuat skuad Macan Putih harus mencari stadion alternatif untuk laga malam hari.
Lalu, di musim ini, hasil re-risk assessment membuat pihak kepolisian semakin berhati-hati dalam memberikan rekomendasi izin.
Itulah kenapa laga dengan rivalitas tinggi harus diungsikan. Seperti halnya laga kontra Persebaya Surabaya dan PSIM Yogyakarta beberapa waktu lalu. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita