KEDIRI, JP Radar Kediri- Johan Prasetyo menjadi saksi hidup kejayaan Persik Kediri. Dia juga menjadi satu-satunya legenda yang masih bergabung dengan tim Macan Putih. Pastinya bukan sebagai pemain. Tetapi membantu di tim kepelatihan.
Di luar lapangan hijau, mantan pemain tim nasional (timnas) Indonesia ini juga bekerja aktif sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Tepatnya di kantor Badan Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Kediri.
Kesehariannya terbilang padat. Pagi ngantor, sorenya ke lapangan. Namun, siapa sangkat, Johan ternyata masih sering menyempatkan untuk berkumpul dengan teman lamanya. Sesama legenda Persik Kediri.
Baca Juga: Persik Matangkan Game Plan, Susun Strategi Hadapi Skuad Persijap Jepara
"Biasanya sering, tapi ya nggak sesering itu. Misalnya kita (para legenda Persik) ada tawaran ya ayo. Kita pernah main di Balowerti, ada turnamen kan, untuk isi kekosongan kita pernah di undang main di situ," cerita pria yang akrab disapa coach Johan ini.
Nah, setiap tawaran atau undangan main itu memang selalu diinformasikan melalui grup Whatsapp.
Grup khusus yang berisikan para legenda Macan Putih. Ketika tanggal dan waktunya dirasa pas, dia akan menghadiri undangan itu.
"Kita juga sempat main di Sidomulyo. Pokoknya kalau senggang dan semua bisa datang ya kita pasti kumpul," katanya.
Menjadi satu-satunya legenda yang ada tim Macan Putih saat ini, Johan juga membagi ceritanya tentang dukungan suporter di Stadion Brawijaya.
Dukungan yang menurutnya tak lagi sama seperti dulu. Lebih sepi dibandingkan era saat dirinya masih bermain di lapangan.
"Kadang sedih ya karena dulu ketika saya masih jadi pemain itu kami masih meeting di mess itu stadion udah penuh sesak. Dan nyanyian suporter itu sudah terdengar sampai mess," ceritanya.
Oleh karenanya, dia berharap para suporter senantiasa memberikan dukungannya secara langsung. Datang dan memberikan semangat nyata di tribun.
Baca Juga: Persik Kediri Tak Boleh Kehilangan Poin, Macan Putih Wajib Taklukkan Semua Laga Kandang
Pasalnya, di kala fokus pemain mulai turun, teriakan suporter bak obat untuk pemain bisa on fire lagi.
"Dengar nyanyian dari suporter, nah itu kan mengembalikan fokus lagi," tandas Johan. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita