KEDIRI, JP Radar Kediri– Fulback Persik Kediri Yoga Adiatama tak bisa merumput hingga kompetisi musim ini berakhir. Itu karena cederanya tergolong parah, anterior cruciate ligament (ACL). Sebuah cedera yang pemulihannya membutuhkan waktu lama.
Paling tidak selama tujuh bulan. Lantas, bagaimana kondisinya terkini? “Yoga masih pemulihan fase satu. Progresnya bagus, dia sudah bisa jalan tanpa tongkat,” terang Fisioterapi Persik Kediri Alfian Yoga Wiratna.
Pascaoperasi, Yoga memang harus memakai alat bantu jalan berupa tongkat. Lalu, lutut bagian kirinya harus dipasang knee brace. Yakni semacam penyangga lutut untuk mengurangi nyeri.
Serta mencegah pergerakan sendi secara berlebihan. Nah, karena proses pemulihannya berjalan baik, dirinya pun sudah bisa berjalan tanpa bantuan tongkat. “Bengkaknya sudah menghilang, menekuk lututnya sudah lumayan,” jelas Alfian.
Selama proses pemulihan, dia melihat motivasi Yoga untuk kembali ke lapangan sangat tinggi. Alfian yakin pemain dengan nomor punggung 24 itu tidak putus asa dengan cedera yang diderita.
Menurutnya, hal itulah yang membuat progres pemulihan berjalan baik. Alias on the track. “Semangat itu yang membuat saya percaya dia akan comeback lebih baik lagi di musim depan,” tandasnya.
Untuk diketahui, Yoga mendapatkan cedera ACL kala pertandingan Persik Kediri melawan Bali United FC di Stadion Brawijaya pada 30 Januari lalu.
Dalam tayangan ulang, Yoga tampak terjatuh usai berbenturan dengan Rizky Dwi Febrianto, pemain Bali United FC. Insisen itu terjadi pada menit ke-14. Diduga, Yoga salah menumpu saat terjatuh ke lapangan.
Terlepas dari itu, absennya Yoga Adiatama juga membuat bek kiri Persik Kediri alami krisis besar. Pasalnya, Rezaldi Hehanussa yang seharusnya bisa mengisi posisi itu juga mengalami cedera. Sekaligus sempat mendapat kartu merah di laga kontra Malut United FC yang membuatnya harus absen di tiga laga.
Praktis, tim pelatih saat itu harus memutar otak untuk mengisi kekosongan posisi di bek kiri. Dan pilihannya itu jatuh ke Rendy Sanjaya. Nahasnya, pemain muda asal Bali itu juga harus menepi imbas benturan keras di laga kontra Persis Solo. Sehingga, opsi selanjutnya adalah memaksa Rifqi Ray untuk memainkan peran bek kiri. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita