Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Obati Rindu, Legenda Persik Kediri Khusnul Yuli Sesekali Nribun di Stadion Brawijaya bersama Keluarga

Emilia Susanti • Senin, 30 Maret 2026 | 14:27 WIB
Legenda Persik Kediri Khusnul Yuli Kurniawan. (Wahyu Adji/JPRK)
Legenda Persik Kediri Khusnul Yuli Kurniawan. (Wahyu Adji/JPRK)

KEDIRI, JP Radar Kediri- Masih ingat Khusnul Yuli Kurniawan? Di era 2000-an, namanya sangat lekat dengan Persik Kediri. Pria asal Malang itu dikenal sebagai bek tangguh di skuad Macan Putih. Meski berdarah Bumi Arema, kesetiaannya terhadap Persik Kediri tak perlu dipertanyakan.

Khusnul Yuli menjadi salah satu legenda Persik Kediri yang mewarnai laga amal almarhum Kuncoro beberapa waktu lalu. Di momen itu, dia mengaku bisa bernostalgia lagi.

Setelah sekian lama, dirinya kembali bisa merumput di Stadion Brawijaya, Kota Kediri. Lapangan yang telah memberinya banyak kenangan dalam karir sepak bolanya.

“Luar biasa senangnya. Lama itu nggak ketemu sama rekan-rekan seperjuangan. Jadinya ya senanglah, senangnya itu senang yang sangat,” ujarnya saat diwawancarai melalui sambungan telepon Whatsapp.

Kala itu, dia mengaku banyak bercanda dengan para legenda Persik Kediri lainnya. Ya karena momen itu memang jarang terjadi. Alias langka. Dirinya sendiri pun memang sudah lama tak bertemu.  Sehingga, laga amal itu memang sangat berkesan baginya.

Baca Juga: Mencuat Rumor Persik Kediri Pindah Homebase, Begini Tanggapan Tegas Manajemen

Namun demikian, bukan berarti Khusnul Yuli tak pernah bertemu dengan para legenda Persik Kediri sama sekali. Sebab, ternyata, dia sesekali masih bersua dengan para legenda yang masih ada di Kediri. Kadang-kadang tiga atau lima bulan sekali. Misalnya Suswanto, Agus Susanto, atau Wawan Widiantoro.

“Jadi kadang-kadang untuk mengobati rasa kangen itu ya menyempatkanlah hadir ke teman-teman,” cerita pria berusia 46 tahun itu.

Baginya, dia masih memiliki ikatan kuat dengan Kediri. Itu ditunjukkannya dengan kepemilikan rumah di Kediri. Di samping itu, Kota Tahu juga menjadi tempat untuk melepaskan penat. Sesekali dia juga masih menyaksikan Persik Kediri di Stadion Brawijaya untuk mengobati kerinduannya.

“Bahasanya itu Kediri tempat tinggal kedua lah. Kadang-kadang ya jalan-jalan aja ke Sri Ratu (sekarang Kediri Mall), Gumul (Simpang Lima Gumul), Jalan Dhoho, itu yang menjadi kenangan,” lanjutnya.

Kini, bapak empat anak itu memang tidak lagi berdomisili di Kediri. Melainkan di Malang. Namun demikian, aktivitasnya masih tidak lepas dari lapangan hijau.

 Dia sempat menakhodai tim-tim Liga 3 sekitar enam tahun. Kini dia fokus pada sepak bola kelompok usia (KU) 13 dan 15 tahun. Nama sekolah sepak bola (SSB) yang dibinanya yakni DUA FC.

“Ada kerjasama dengan pondok pesantren Darul Ulum Agung. Makanya disingkat DUA. Ini berjalan belum setahun, mungkin masih enam bulan,” bebernya sembari berharap SSB nya semakin berkembang serta berprestasi.

Baca Juga: Penjualan Tiket Persik Kediri Tak Pernah Tembus 5 Ribu Lembar, Stadion Brawijaya Selalu Sepi

Terakhir, dia mengucapkan terimakasih kepada fans yang masih support. Dia berharap para fans juga bisa terus memberikan dukungannya ke Persik Kediri. Agar tim bisa terus berkembang dan maju. (em/tar)

Editor : Andhika Attar Anindita
#marcos reina #persik kediri #ezra walian #BRI Super League #persik #macan putih #stadion brawijaya