KEDIRI, JP Radar Kediri– Skuad Macan Putih mendapatkan jatah libur panjang lebaran ini. Harusnya, momen libur ini bisa dimanfaatkan para pemain asing untuk pulang ke negaranya.
Pulang untuk melepas rindu dengan keluarga dan teman-temannya. Sayang, beberapa penggawa Macan Putih harus mengurungkan niatnya.
“Banyak pemain yang tidak bisa pergi ke negaranya karena situasi di Iran,” ungkap Marcos Reina Torres, sang nakhoda Persik Kediri.
Saat ini, situasi di Timur Tengah memang masih panas. Hal itulah yang membuat beberapa penerbangan internasional terganggu. Bahkan banyak maskapai yang membatalkan penerbangan menuju negara-negara di Timur Tengah.
“Jadi banyak pemain yang tidak bisa pulang karena penerbangan (yang dilalui, Red) terkoneksi dengan Doha, Dubai, Abu Dhabi. Jadi banyak pemain yang ingin pulang tapi tidak bisa,” cerita Marcos-sapaan akrabnya.
Informasi yang dihimpun, para pemain asing akan tetap tinggal di Indonesia. Sebagian ada yang ke Bali.
Sebagian lagi belum memiliki rencana liburan. Sepertinya, itu memang keputusan terbaik dibanding terjebak di negara yang tengah berkonflik.
Apalagi, salah satu keluarga pemain asing Persik Kediri sempat terjebak di Abu Dhabi dalam perjalanannya menuju Indonesia. Adalah keluarga Ernesto Gomes.
Ya, pemain asal Spanyol itu sempat membagikan cerita tidak menyenangkan itu ke Jawa Pos Radar Kediri beberapa waktu lalu.
Seperti diketahui, jumlah pemain asing di Persik Kediri saat ini ada sepuluh. Lalu di tim kepelatihan ada sebanyak empat orang.
Asal negara mereka berbeda-beda. Mulai dari Spanyol, Portugal, Uruguay, Brasil, Belanda, dan lainnya. (em/tar)
Pemain dan Tim Pelatih Manca
- Marcos Reina Torres - Spanyol
- Sergi Morera - Spanyol
- Vitor Tinocco - Brasil
- Salamao - Brasil
- Leonardo Navacchio - Brasil
- Francisco Carneiro - Portugal
- Telmo Castanheira - Portugal
- Imanol Garcia - Spanyol
- Jose Enrique - Spanyol
- Jon Toral - Spanyol
- Adrian Luna - Uruguay
- Chechu Meneses - Spanyol
- Ernesto Gomez - Spanyol
- Rodrigo Dias - Brasil