KEDIRI, JP Radar Kediri– Skuad Macan Putih akhirnya bebas dari jadwal latihan rutin di lapangan.
Setidaknya selama sepuluh hari terhitung sejak tanggal 13 Maret kemarin. Walau begitu, mereka tetap mendapat program latihan mandiri. Dan itu wajib dilakukan pemain.
“Setiap harinya akan dikirim program individu untuk conditioning (pelatihan kebugaran, Red) untuk menjaga kebugaran,” kata Manajer Tim Persik Kediri Mochamad Syahid Nur Ichsan.
Langkah ini memang sewajarnya diberlakukan. Bila tidak begitu, kebugaran pemain akan menurun.
Lalu juga kehilangan massa otot. Dan tak kalah penting, berat badan pemain akan naik. Praktis, latihan tetap harus dilakukan agar kondisi pemain tetap prima saat kembali berkumpul pada 23 Maret nanti.
“Harusnya semua kondisinya tetap baik,” harap pria asal Bandung itu. Selama masa libur, manajemen tak membatasi ke mana para pemain Macan Putih akan pergi.
Boleh pulang kampung, berlibur ke tempat wisata, atau lainnya. Yang jelas, pemain Persik Kediri harus kembali berlatih pada waktu yang telah ditentukan.
Sementara itu, pada sesi latihan terakhir, latihan dibagi menjadi dua. Yaitu pagi dan sore hari. Di sesi pagi, latihan banyak diikuti oleh pemain asing Macan Putih.
Sementara di sore hari, mayoritas yang berlatih adalah pemain lokal. Latihan itu sendiri berlangsung di Stadion Brawijaya, Kota Kediri.
“Sepuluh hari kami liburkan supaya teman-teman yang merayakan Idul Fitri ada waktu untuk merayakan,” tandas Syahid-sapaan akrab manajer Persik.
Seperti diberitakan, kompetisi BRI Super League akan dijeda selama kurang lebih tiga minggu. Pertandingan terdekat Persik Kediri adalah melawan Persijap Jepara.
Laga itu akan berlangsung pada 6 April mendatang di Stadion Brawijaya, Kota Kediri. Bermain di kandang sendiri, idealnya skuad Macan Putih meraih kememangan. Apalagi, secara statistik, Persik Kediri masih unggul. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita