SOLO, JP Radar Kediri - Skuad Macan Putih gagal mencuri poin di kandang Persis Solo. Bermain di Stadion Manahan, anak asuh Marcos Reina Torres itu tunduk dengan skor 2-1.
Pertandingan Persik Kediri kontra Persis Solo memanas di babak kedua pertandingan. Sejak Milomir Seslija melakukan penyegaran pemain, Laskar Sambernyawa-julukan Persis Solo mulai bermain agresif.
Karenanya, sektor pertahanan Macan Putih dipaksa bekerja lebih keras dibanding babak pertama. Utamanya Muhammad Firli dan Hamra Hehanussa.
Untungnya, para pemain Macan Putih memiliki daya juang tinggi. Mereka tetap berusaha menjaga fokus permainannya. Sehingga, Ezra Walian dkk tetap bisa membangun serangannya ke Laskar Sambernyawa.
Sayangnya, ada beberapa peluang yang gagal dikonversi menjadi gol. Baik dari tendangan bebas maupun sepak pojok yang gagal dimanfaatkan dengan baik.
Hingga memasuki menit 80', kedua tim sama-sama belum bisa menambah skornya. Namun di momen menjelang 90' menit pertandingan, ada banyak momen panas di lapangan Stadion Manahan Solo.
Pertama, Althaf Indie Alrizky harus mandi lebih cepat. Ya, pemain nomor punggung 36' itu mendapatkan kartu merah di menit 83'. Sehingga, tuan rumah pun harus bermain dengan sepuluh pemain.
Nahasnya, situasi yang menimpa Althaf itu tidak mampu dimanfaatkan dengan baik oleh skuad Macan Putih.
Bahkan, peluang emas berupa penalti gagal dieksekusi dengan baik. Ya, tendangan Ezra Walian tersebut mampu ditepis oleh Muhamad Riyandi, kiper Laskar Sambernyawa dengan sempurna.
Lebih mirisnya, situasi penalti yang gagal itu membuahkan serangan balik. Dengan situasi sektor pertahanan yang lengang, Roman Paparyha sukses membobol gawang Leonardo Navacchio di menit 87'.
Sehingga, tuan rumah kembali unggul dengan skor 2-1. Skor ini pun akhirnya bertahan hingga peluit panjang ditiup sang pengadil lapangan. (em)
Editor : Andhika Attar Anindita