KEDIRI, JP Radar Kediri– Rifqi Ray Farandi sudah menjalani Ramadan keduanya bersama Persik Kediri. Baginya, Ramadan tahun ini berjalan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Namun demikian, ada beberapa masakan rumah yang dirindukannya. Mengingat Kota Tahu bukanlah kampung halamannya.
“Rendang, daging opor, sama sambel goreng ati masakan Ibu saya,” bebernya saat ditanyai menu makanan yang dirindukannya.
Meski ingin segera menyantap masakan Ibunya, dia tetap harus menahannya. Lantaran Rifqi masih memiliki agenda padat di Persik Kediri.
Hingga minggu ketiga Ramadan, masih ada beberapa laga yang harus dilalui. Meliputi laga kontra Persis Solo (1/3), PSBS Biak (5/3), dan Persib Bandung (9/3).
Mau tak mau, Rifqi lebih banyak menghabiskan Ramadannya di Kota Tahu. Sama seperti orang pada umumnya, dia juga berburu takjil menjelang buka puasa. Biasanya dia mengajak Moch. Supriadi.
“Ke Simpang Lima Gumul dan Sekartaji sih kak,” ceritanya.
Nah, saat berbuka, Rifqi ternyata punya menu favorit. Bila Faris Aditama menyukai es buah, Rifqi mengidolakan es kolak. Sementara, makanan yang dikonsumsinya adalah kurma dan salad.
“Makan beratnya setelah latihan kak,” tambahnya.
Lebih lanjut, Rifqi juga menekankan bahwa dirinya tetap berusaha menjaga kebugaran meski tengah berpuasa. Biasanya, dia tetap berlatih ke tempat gymnasium. Jika tidak, dia akan jogging. “Gym sama jogging,” tandasnya.
Seperti diketahui, Rifqi Ray Farandi merupakan pemain yang berstatus muda di tim Persik Kediri. Sayangnya, kesempatan bermainnya di musim ini masih minim.
Dari 22 laga Persik Kediri, dirinya baru turun di dua laga dengan catatan menit bermain selama 64 menit. Yakni kala Persik Kediri menghadapi PSIM Yogyakarta dan Persita Tangerang pada putaran pertama kompetisi BRI Super League. (em/tar)
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita