KEDIRI, JP Radar Kediri– Persik Kediri harus menelan kekalahan menyakitkan dari Bhayangkara Presisi Lampung FC pada Jumat malam (20/2).
Sempat tiga kali menyamakan kedudukan. Leo Navacchio harus kebobolan untuk keempat kalinya. Bola yang seharusnya dapat diantisipasi justru lepas. Ini menandakan adanya miss koordinasi di lini belakang Macan Putih.
Selain keputusan wasit, sektor pertahanan Persik Kediri juga menuai sorotan. Setidaknya, tim pelatih juga menyadari kelemahan di sektor ini.
“Sektor pertahanan kami tidak bekerja dengan baik sehingga ada gol-gol (kebobolan, Red) mudah di saat kami sulit untuk mencetak gol,” aku Head Coach Persik Kediri Marcos Reina Torres.
Melihat lagi gol The Guardian, dua gol bermula dari situasi bola mati. Gol pertama berawal dari tendangan bebas.
Sedangkan gol kedua dari sepak pojok. Bisa dibilang, antisipasi skuad Macan Putih untuk situasi bola mati masih belum maksimal.
Sementara itu, kebobolan ketiga dan keempat terjadi karena lemahnya lini pertahanan Macan Putih. Gol ketiga Bhayangkara FC bermula dari kesalahan yang dilakukan Jon Toral dengan Francisco ‘Kiko’ Carneiro.
Setelah bola lepas dari penguasaan, Moussa Sidibe langsung menyambut bola. Dia lamtas menggiring bola hingga ke sisi kanan gawang Macan Putih.
Dia berhasil mengirimkan umpan ke Privat Mbarga yang saat itu tidak mendapat pengawalan ketat pemain Macan Putih. Tendangan kerasnya kembali merobek gawang Leo.
Pada gol keempat, kondisi sektor pertahanan Macan Putih lebih buruk lagi. Tak ada pengawalan terhadap pemain Privat Mbarga yang kala itu berposisi sebagai sayap kanan.
Dia pun leluasa menguasai bola tersebut dan berhasil mengumpannya kepada Henri Doumbia yang telah bersiap di kotak penalti.
Tak ayal, lini pertahanan Macan Putih menjadi sorotan para penggemar. Ditambah, absennya Imanol Garcia membuat Persik Kediri kehilangan sosok jangkar.
Posisinya sebagai gelandang bertahan kerap menjadi filter awal sebelum tim lawan merangsek ke jantung pertahanan yang digalang Kiko cs.
Pemain dengan nomor punggung empat itu sering menggagalkan aksi lawan dengan baik. Namun, di laga tersebut dia harus menepi karena akumulasi kartu kuning. Sehingga posisinya digantikan oleh Adi Eko Jayanto.
“Imanol pemain yang sangat bagus dan sangat penting untuk kami. Tetapi Adi Eko juga bermain dengan bagus, jadi masalahnya bukan di situ,” elak Marcos.
Dia mengamini bahwa sektor pertahanan Persik Kediri masih belum baik. Karenanya, tim masih bekerja untuk memperbaiki sektor tersebut.
“Ini berkaitan dengan tim secara keseluruhan. Kami harus antisipasi dengan baik saat set piece, saat di kotak penalti, jadi ini penting. Jadi bukan karena Imanol tidak di lapangan,” tandasnya. (em/tar)
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita