KEDIRI, JP Radar Kediri– Persik Kediri mengenang kepemimpinan wasit Yudi Nurcahya saat laga melawan Bhayangkara FC pada Jumat (20/2).
Pengadil lapangan itu dinilai tidak adil karena tak memberikan kartu kuning kedua kepada pemain lawan, Wahyu Subo Seto.
Kritik kepemimpinan yang disampaikannya disampaikan Pelatih Kepala Persik Kediri Marcos Reina Torres.
“Jika Indonesia ingin memajukan kompetisi sepak bolanya, seharusnya tidak ada wasit seperti itu,” ujar pelatih asal Spanyol itu.
Baca Juga: Penggawa Persik Kediri Wajib Jaga Hidrasi saat Puasa, Anjurkan Sahur dengan Makanan Tinggi Protein
Dari tayangan ulangnya, Wahyu Subo Seto mendapat kartu kuning pertama pada menit 50'. Saat itu, Subo Seto melakukan geser keras kepada Kadek Rendy yang menghasilkan pelanggaran.
Tak berselang lama, Subo Seto yang juga kapten Bhayangkara FC itu kembali melakukan pelanggaran keras terhadap Jon Toral. Pelanggaran itu sendiri terjadi pada menit 53'.
Pada situasi tersebut, Wahyu Subo Seto tampak jelas menjatuhkan Jon Toral yang tengah menguasai bola.
Wasit menganggap pelanggaran dari Wahyu Subo Seto tersebut tidak serius. Sehingga tidak ada kartu yang keluar dari saku wasit Yudi Nurcahya.
Saat para pemain Persik Kediri memprotes, keputusan tidak berubah. Bahkan tak ada pengecekan video asisten wasit (VAR). Dan Persik Kediri pun mendapatkan tendangan bebas.
“Saya tidak tahu kenapa wasit tidak memberikan kartu kuning kedua kepada Subo Seto. Saya tidak paham, siapa pun harus bisa menjelaskan ini kepada saya,” kritiknya.
Baca Juga: Persik Kediri Tak Kurangi Intensitas Latihan, hanya Geser Waktu Berlatih
Hal senada juga disampaikan Manajer Tim Persik Kediri Mochamad Syahid Nur Ichsan. Dia juga kecewa berat atas kepemimpinan wasit.
"Kami kecewa tapi apapun itu tidak bisa mengubah hasil jadi ya sudah. Mau menyalahkan pun untuk apa? Biar masyarakat yang menilai bagaimana yang terjadi di lapangan," papar pria yang akrab disapa Syahid.
Lebih lanjut, dia berharap ada perbaikan dalam federasi sepak bola Indonesia.
“Ini fondasi sepak bola yang harus dibangun. Kualitas permainan yang bagus tapi bisa rusak oleh segelintir kesalahan, human error yang sebenarnya kami tidak bisa menerima itu,” tandasnya. (em/rq)
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian