KOTA, JP Radar Kediri– Performa Persik Kediri di paro musim BRI Super League jauh dari kata sempurna.
Bahkan lebih buruk dibanding putaran pertama musim lalu yang parkir di peringkat 6. Musim ini, skuad Macan Putih harus berlapang dada dicap sebagai tim medioker.
Fakta ini memang menyakitkan. Mengingat, Persik Kediri sangat sulit untuk menembus sepuluh besar papan klasemen.
Jika melihat perjalanannya, Persik Kediri hanya pernah menempat posisi tertinggi di peringat tujuh. Itu pun hanya dua pekan saja. Tepatnya di pekan 6 dan 7.
Selebihnya, skuad Macan Putih selalu terdampar di luar sepuluh besar.
“Kami akan mengevaluasi secara kesuluruhan,” kata Manajer Tim Persik Kediri Mochamad Syahid Nur Ichsan.
Kehadiran Marcos Reina Torres memunculkan harapan baru. Meski hasilnya belum memuaskan, permainan skuad Macan Putih mulai berkembang.
Bahkan nakhoda Persik Kediri asal Spanyol itu berani membuat daftar starter yang berbeda dari pelatih sebelumnya.
Marcos juga menjadi lebih sering memainkan pemain-pemain yang sebelumnya minim menit bermain.
Fakta penting lainnya, skuad Macan Putih memiliki catatan penguasaan bola yang baik. Dari empat laga yang dipimpin Marcos, skuad Macan Putih mencatatkan rata-rata penguasaan bola sebesar 58,75 persen.
Pada laga terakhir, Ezra Walian dkk juga tampil impresif. Mengontrol laga dan berhasil meraih kemenangan hingga menit ke-90.
Namun demikian, situasi harus berbalik saat injury time. Tentu saja hal ini menjadi catatan tersendiri.
Oleh karenanya, tak heran jika manajemen akan mengikuti permintaan pelatih untuk membuat performa tim kian meningkat. Tak terkecuali permintaan untuk penambahan pemain untuk kedalaman skuad Macan Putih.
“Semenjak pelatih kepala baru yang datang kami sudah mendapatkan beberapa pemain tentunya. Mudah-mudahan minggu depan (minggu ini, Red) sudah bisa kami perkenalkan ke publik,” tandas Syahid. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita