KOTA, JP Radar Kediri– Ribuan suporter memadati tribun Stadion Brawijaya, Kota Kediri, pada Senin (5/1) malam.
Secara kasat mata, jumlah suporter dalam laga kontra Persib ini menjadi yang tertinggi selama laga kandang Macan Putih. Jika dihitung kasar mungkin ada sekitar tujuh ribu suporter di tribun.
Fakta ini pun menimbulkan tanya. Sebab, berdasar rapat koordinasi antara pihak kepolisian, Persik Kediri, dan pihak terkait lainnya kuota yang diperbolehkan hanya tiga ribu penonton saja.
Itu pun hanya untuk Persikmania. Namun di lapangan, para penggemar Persib Bandung juga turut memadati stadion.
“Saya nggak tahu kenapa suporter Bandung itu dapat tiket utama dengan jumlah ratusan orang,” kilah Ketua Panita Pelaksana (Panpel) Persik Kediri Tri Widodo.
Atas hal ini, dia menekankan telah menyerahkan sepenuhnya penjualan tiket kepada komunitas suporter.
Hanya saja, pihaknya memang mendengar ada oknum komunitas yang menjual tiket tersebut ke suporter tamu.
“Dalam waktu dekat kami akan memanggil seluruh komunitas kenapa kok ini bisa bocor. Sudah dua kali. Sebelumnya lawan Solo. Itu sampai 600 tiket yang dijual suporter Kediri ke suporter tamu. Harusnya nggak boleh,” jelentreh pria berkumis itu.
Menurutnya, pihaknya sudah berusaha untuk mencegah suporter tamu. Yaitu dengan menyurati manajemen Persib Bandung.
Di samping itu, himbauan juga telah diinformasikan melalui media sosial. Kedepan, pihaknya akan mengevaluasi untuk sistem ticketing.
“Ini akan menjadi evaluasi. Mungkin untuk pertandingan berikutnya akan kami coba formula yang lainnya. Tidak pakai barcode, mungkin pakai gelang atau bagaimana. Karena setiap big match itu pasti ribut masalah ticketing, apalagi ini dibatasi,” tegasnya.
Seperti diberitakan, regulasi BRI Super League musim ini masih melarang keberadaan suporter tamu.
Hal itu tak terlepas dari Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 lalu. Kendati demikian, regulasi ini kerap diabaikan oleh suporter. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita