KEDIRI, JP Radar Kediri- Bencana banjir telah menimpa beberapa wilayah di Pulau Sumatera. Tak terkecuali di Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Daerah kelahiran sang pemain muda Macan Putih, Wigi Pratama.
Banjir di kampung halamannya terjadi pada akhir November lalu. Kala itu, Wigi masih dalam masa training center (TC) bersama skuad Garuda Muda.
Dari yang dia ingat, kabar banjir itu diterimanya setelah berlangsung friendly match antara Timnas Indonesia U22 dengan Timnas Mali U22.
“TC jalan lima hari, orang tua (Ibu, red) saya, saya minta ke Jakarta untuk nonton pertandingan melawan Mali. Ibu saya dua hari di Jakarta, baru terjadi banjir di kampung,” cerita sulung dari dua bersaudara tersebut.
Saat bencana itu datang, Wigi mengaku panik. Sekaligus khawatir. Pasalnya, dia kehilangan kontak dengan keluarganya pada saat banjir melanda. Tak ada kabar mengenai kondisi ayah dan adiknya selama satu hari.
“Tapi setelah dihubungi (sehari kemudian, Red), Alhamdulillah mereka di rumah nenek, tempatnya berada di dataran lebih tinggi,” ujarnya.
Banjir tersebut telah membuat beberapa rumah di kampung halamannya rata dengan tanah. Sebagian lagi mengalami kerusakan parah. Lalu, jembatan penghubung antar kampung pun terputus.
“Air naik ke kampung itu tinggi. Sampai ada rumah saudara saya itu benar-benar ilang dibawa banjir,” ceritanya.
“Ibu waktu itu balik ke kampung, tetapi Ibu itu tertahan di Kota Solok sekitar lima hari karena jembatan penguhubung antar kampung itu terputus,” lanjutnya saat menggambarkan bencana di kampung halamannya.
Sementara, Wigi sendiri mengaku belum sempat kembali ke kampung halamannya. Dia harus bertolak ke Kediri.
Ya karena tanggung jawabnya sebagai pemain Macan Putih. Namun demikian, dia tetap menjaga komunikasi dengan keluarganya secara intens.
“Banjirnya udah surut. Tetapi butuh perbaikan kan, butuh waktu. Dan sekarang keluarga saya sudah di rumah, beresin sisa-sisa lumpur. Doa terbaik aja,” tandasnya.
Seperti diberitakan, Wigi Pratama sedari kecil memang bercita-cita menjadi pemain sepak bola. Karenanya, dia memberanikan diri untuk merantau saat masih usia belasan tahun.
Tujuannya tidak lain adalah Jawa Timur. Khususnya ke Kediri. Kala itu, dia mengikuti seleksi Elite Pro-Academy (EPA) Persik pada 2019 silam.
Selanjutnya, karirnya pun berlanjut ke Persedikab Kediri. Di sana, dia membantu tim selama dua musim. Di samping itu, Wigi akhirnya juga berpindah kartu tanda penduduk (KTP) menjadi warga Bumi Panjalu.
Karirnya pun moncer. Bahkan dia ikut bergabung dalam tim sepak bola Jawa Timur dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) pada 2024 silam. Menariknya, dia turut andil dalam perolehan medali emas.
Selanjutnya, nama Wigi pun semakin dikenal. Hingga akhirnya, klub dari Liga 2 jatuh hati lalu merekrutnya. Adalah Deltras FC.
Nah, setelahnya, Wigi pun berhasil menembus kompetisi kasta tertinggi sepak bola Tanah Air dengan bergabung di Persik Kediri. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita