Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Legiun Asing Persik Kediri Kagum Atmosfer Stadion Brawijaya, Ini Alasannya

Emilia Susanti • Rabu, 10 Desember 2025 | 03:16 WIB
Telmo Castanheira, gelandang Persik Kediri.
Telmo Castanheira, gelandang Persik Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri– Skuad Persik Kediri kembali menjalani latihan rutin usai jeda FIFA Matchday, kemarin.

Menatap lagi kompetisi, penggawa Macan Putih berharap dapat terus berkandang di Kota Tahu. Mereka mengaku kagum dengan atmosfer di Stadion Brawijaya.

Terlebih, deretan legiun asing Macan Putih. Seperti Telmo Castanheira dan Pedro Matos. Keduanya mengaku sangat menikmati dukungan penuh Persikmania yang menyaksikan langsung di tribun.

Menurut Telmo, atmosfer di Stadion Brawijaya bisa memberikan energi tersendiri bagi para pemain Macan Putih.

“Tentu saja stadion, ini adalah tempat yang membuat saya merasa paling bahagia adalah Stadion Brawijaya,” kata pemain asal Portugal tersebut.

Untuk diketahui, skuad Macan Putih menemui banyak tantangan di kompetisi BRI Super League musim ini.

Salah satunya mengenai venue laga kandang. Pada beberapa laga kandang, Persik Kediri terpaksa menjamu lawan di luar Kediri.

“Kami ada dua pertandingan yang seharusnya berlangsung di rumah sendiri (Stadion Brawijaya, Red) tetapi kami tidak bisa bermain di rumah sendiri. Kami bermain di Gresik,” ucap Pedro.

Hingga laga ke-13, Ezra Walian dkk hanya bermain di Stadion Brawijaya, Kota Kediri sebanyak tiga kali. Kala menjamu Malut United FC, PSM Makassar, dan Semen Padang FC.

Tentu kondisi tersebut sedikit banyak memengaruhi mental dan daya juang para pemain. Terbukti, saat kembali bermain di Stadion Brawijaya mereka bisa meraih hasil positif.

“Jadi menurut saya kami harus sering bermain di Stadion Brawijaya. Itu lebih bagus,” tegas pemain bernomor punggung 20 tersebut.

Seperti diketahui, Persik Kediri tak selalu bisa menjamu tamunya di Stadion Brawijaya Kediri. Kala menjamu Madura United FC, tim terpaksa menjamu di Gelora Joko Samudro, Gresik.

Kala itu, Stadion Brawijaya tengah digunakan untuk gladi resik upacara memperingati hari kemerdekaan. Sehingga, Persik Kediri harus mencari stadion alternatif.

Pada laga kandang selanjutnya, manajemen Macan Putih bernegosiasi dengan Dewa United Banten FC.

Kala itu, Persik Kediri yang seharusnya menjadi tuan rumah berganti status sebagai tim tamu. Hal itu dipicu oleh kesiapan dari Stadion Brawijaya.

Kala itu, persoalan lampu menjadi kendala utama lantaran pertandingan berlangsung pada malam hari.

Kemudian, pada laga kontra Persebaya, skuad Persik Kediri kembali bernasib buruk. Kala itu, pihak Polres Kediri Kota tidak mengeluarkan rekomendasi izinnya untuk pelaksanaan pertandingan.

Sebabnya, ada beberapa sarana dan prasarana yang belum memenuhi standar keamanan. Karenanya, Ezra Walian dkk kembali harus menjamu lawan di Gelora Joko Samudro, Gresik.

Editor : Andhika Attar Anindita
#atmosfer #persik kediri #stadion brawijaya kediri