KEDIRI, JP Radar Kediri- Langkah Persik Kediri di BRI Super League kian berat. Kritik suporter makin tajam.
Pada laga kontra Semen Padang FC, mereka menuntut kemenangan. Terlebih lagi, secara posisi di papan klasemen, skuad Macan Putih lebih baik dibandingkan Kabau Sirah.
“Wajar tekanan yang diberikan suporter. Tentunya ini hasil kekecewaan. Ini juga harus jadi cambuk untuk para pemain khususnya pada kontra Semen Padang,” ujar Manajer Tim Persik Kediri Mochamad Syahid Nur Ichsan.
Dalam lima laga terakhir, skuad Macan Putih memang nihil kemenangan. Melawan PSM Makassar dan Persebaya Surabaya, anak asuh Ong Kim Swee itu hanya bisa bermain imbang.
Sementara, mereka harus kekalahan di laga kontra Borneo FC Samarinda, PSIM Yogyakarta, dan Persija Jakarta.
Karenanya, posisi Persik Kediri di papan klasemen sulit untuk naik. Mirisnya, skuad Macan Putih terpaksa harus turun tangga ke peringkat 13.
Bila tren minor ini berlanjut, skuad Macan Putih akan semakin dekat dengan jurang degradasi.
Nah, tim yang siap menggeser Persik Kediri adalah Dewa United Banten FC.
Kini, selisih poin kedua tim tersebut hanyalah dua poin. Yang mana, koleksi poin Persik Kediri ini adalah 12 poin dan Dewa United Banten FC sebanyak 10 poin.
Baca Juga: Bek Persik Kediri Francisco Carneiro Beri Sinyal Bertahan di Macan Putih
Praktis jika hasil pertandingan pekan 14 adalah Persik Kediri kalah dan Dewa United Banten FC menang maka peringkat skuad Macan Putih akan turun lagi.
Karenanya, Ezra Walian dkk tidak boleh kehilangan poin di laga terdekat. “Wajib menang lawan Semen Padang,” tekan manajer yang akrab disapa Syahid itu.
Nahasnya, beberapa pemain terpaksa masih absen dalam laga melawan Semen Padang FC (27/11). Adalah Novri Setiawan, Gavin Kwan Adsit, Wigi Pratama, dan Rifqi Ray Farandi.
Terbaru, Telmo Castanheira juga akan absen imbas kartu merah yang didapatkannya pada laga kontra Persija Jakarta (20/11).
Editor : Andhika Attar Anindita