KEDIRI, JP Radar Kediri – Persik Kediri kembali mendera kartu merah dalam perjalanannya di BRI Super League.
Menantang Persija Jakarta pada Kamis (20/11) malam, Ezra Walian dkk harus berjuang dengan sepuluh pemain di babak kedua pertandingan.
Itu imbas kartu merah yang didapatkan Telmo Castanheira pada menit 50’. Sejatinya, kartu merah yang didapatkan pemain asal Portugal itu bukanlah kartu merah langsung.
Melainkan kartu merah imbas akumulasi kartu kuning di pertandingan tersebut. Meski sempat melayangkan protes langsung ke wasit saat masih berada di lapangan, keputusan itu tak mengalami perubahan.
Head Coach Persik Kediri Ong Kim Swee mengaku kecewa dengan keputusan sang pengadilan dalam laga kontra Persija Jakarta tersebut.
Kritikannya itu pun terasa lebih tajam dibandingkan kartu merah di laga sebelum-sebelumnya.
Menurutnya, Telmo Castanheira tidak sepatutnya mandi lebih cepat. Lebih jauh, dia melihat ada banyak keputusan wasit yang menguntungkan sang Macan Kemayoran.
“Mereka memenangi pertandingan setelah wasit membantu dengan kartu merah. Dan selepas itu permainan berbeda. Dimana saya percaya keputusan-keputusan yang dilakukan oleh pegawai pertandingan amat mengecewakan. Dan bagi saya ini satu situasi yang memalukan,” kritik pria yang akrab disapa Ong itu.
Serupa, Ezra Walian juga merasa kartu merah itu tak harus didera oleh Macan Putih. Menurutnya, bila situasi pertandingan terjadi di negara lain maka kartu merah itu tidak akan ada.
Namun nyatanya, di BRI Super League, kartu merah tersebut bisa terjadi. “Tidak mau banyak bicara. Di setiap dunia beda, Indonesia, tidak harus kartu merah, tapi di sini ada kartu merah. Thats all,” ujarnya dengan kemampuan bahasa yang masih terbatas.
Terlepas dari itu, kenyataan yang terjadi adalah Persik Kediri tidak pernah menang dengan sepuluh pemain.
Selama BRI Super League, skuad Macan Putih harus bermain dengan sepuluh pemain di tiga laga. Kala melawan PSM Makassar (25/10), PSIM Yogyakarta (31/10), dan Persija Jakarta (20/11).
Editor : Andhika Attar Anindita