Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ronald Fagundez dan Nostalgia Kediri: Mengenang Momen Manis Sang Legenda Macan Putih 

rekian • Rabu, 29 Oktober 2025 | 13:14 WIB

LEGENDA: Ronald Fagundez memberi instruksi dari tepi lapangan di Stadion Brawijaya.
LEGENDA: Ronald Fagundez memberi instruksi dari tepi lapangan di Stadion Brawijaya.
KEDIRI, JP Radar Kediri- Nama Ronald Fagundez tiba-tiba menyeruak ketika laga Persik Kediri menghadapi PSM Makassar. Kehadirannya di tepi lapangan sebagai Asisten Manajer dari Juku Eja membawa kenangan indah saat berseragam Macan Putih 19 tahun silam. Saat itu, Fagundez mengenakan nomor punggung 28. 

Pria asal Uruguay itu punya kenangan indah saat bersama Persik Kediri. Sebagai playmaker, Fagundez menjadi sosok yang identik dengan kenangan indah bersama Persik Kediri di era kejayaan Persik pada 2006/2007. Pada masa itu, namanya ikut berkibar di antara deretan pemain asing yang merumput di Liga Indonesia.

Baca Juga: Penjualan Tiket Persik vs PSM Makassar Tak Capai Target, Panpel Kecewa!

Tidak heran jika Fagundez selalu mendapat tempat istimewa di hati para pendukung Persik Mania. Peran Fagundez kala berseragam Macan Putih bukan hanya sebagai Gelandang Serang. Dia merupakan arsitek utama di lini tengah yang membawa mencapai kejayaan bersama Macan Putih.

Profil Singkat dan Kedatangan Fergundez ke Kediri   

Ronald Fagundez didatangkan ke Persik Kediri pada 2006. Kehadirannya menjadi catatan sejarah Persik yang melegenda. Fergundez jadi jawaban untuk mengisi puzzle di lini serang bersama Danilo Fernando dan El Loco Cristian Gonzalez.

Baca Juga: Persik Kediri Terancam Jadi Tim Musafir Lagi saat Jamu Persebaya Surabaya

Fagundez punya gaya bermain yang elegan dan efektif. Dia merupakan tipe pemain gelandang serang klasik. Gaya bermainnya yang luar biasa mampu membelah pertahanan melalui umpan yang istimewa. Serta tendangan jarak jauh yang mematikan. Kehadirannya ke Persik Kediri kala itu meningkatkan kualitas bermain klub serta menajamkan daya gedor Macan Putih.

Kenangan yang tidak bisa dilupakan Fagundez bersama Persik Kediri adalah saat dia bernain bersama Persik Kediri di kasta tertinggi sepak bola Asia yakni Liga Champion Asia (LCA) 2007. Kala itu, Persik Kediri menghadapi raksasa Asia seperti Urawa Red Diamonds (Jepang) dan Sydney FC (Australia). Laga itu adalah pengalaman yang tak terlupakan bagi Persik dan tentunya juga Fagundez. Momen-momen di LCA ini dianggap sebagai puncak prestasi klub dan menjadi kenangan terindah bagi Fagundez. Itu karena dia telah membawa Persik ke panggung internasional.

Di luar lapangan, Fagundez berhasil menjalin ikatan emosional yang kuat dengan masyarakat Kediri dan para pendukungnya. Pria asal Uruguay ini dikenal ramah dan bersemangat, membuatnya menjadi idola warga Kediri. Fagundez masih mengingat dengan jelas betapa Berbagai luar biasa ketika pertama kali mengenakan seragam Persik Kediri. Bahkan pada sesi latihan perdananya di Stadion Brawijaya, dia langsung dikerumuni warga yang antusias melihatnya.

Baca Juga: Kejar Perbaikan Lampu Stadion Brawijaya Kediri sebelum Persik Jamu Persebaya

Hingga saat ini, Ronald Fagundez tidak pernah melupakan nama-nama teman satu tim, staf pelatih, dan bahkan para suporter. Dalam setiap kesempatan kembali ke Kediri, seperti ketika datang bersama PSM Makassar, Fagundez menyempatkan diri bernostalgia dan menegaskan bahwa kenangan di Persik Kediri adalah momen yang tidak akan pernah bisa dilupakan.

Meskipun penampilannya membawa Fagundez menjelajahi banyak klub di Indonesia, Persik Kediri tetap menjadi rumah keduanya. Fagundez menjadi simbol dari masa kejayaan dan tempat di mana dia mengukir namanya sebagai salah satu legenda asing yang paling dihormati dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Baca Juga: Persik Kediri Kena Tegur I.League, Imbas Lampu Stadion Brawijaya Tak Sesuai Kualifikasi

Ronald Fagundez: Sang Maestro di Panggung Liga Juara Asia 2007 

Liga Champion Asia 2007 adalah pengalaman pertama dan terakhir Persik Kediri di kancah antarklub Asia. Macan Putih ketika itu satu grup dengan tim-tim kuat seperti Urawa Red Diamonds (Jepang), Sydney FC (Australia), dan Shanghai Shenhua (Tiongkok). Mereka berada di Grup E, membuat Persik harus berjuang keras.

Meski gagal lolos dari fase grup, penampilan Ronald Fagundez tetap memukau. Ia menjadi tumpuan waktu dalam mengatur serangan. Salah satu momen paling berkesan adalah ketika Persik bertanding melawan Shanghai Shenhua. Markas sementara Persik di Liga Champion Asia 2007 saat itu ada adalah Stadion Gelora 10 November Surabaya. Skuad Persik Kediri menjamu tim asal Tiongkok pada 11 April 2007. 

Baca Juga: Fagundez Tak Pernah Lupa Nama Teman Satu Tim dan Staf Persik Kediri 2006

Laga melawan tim dari Tiongkok itu menjadi paling berkesan di panggung Liga Champion Asia. Fagundez mencetak gol spektakuler melalui tendangan bebas jarak jauh..

Gol tersebut tidak hanya menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Tendangan keras Fagundez itu adalah gol pertama Persik Kediri di panggung grup LCA 2007 di hadapan publik sendiri. Momen itu simbol menjadi perlawanan dan keberanian Persik Kediri di tengah persaingan raksasa Asia, sekaligus menahbiskan Fagundez sebagai pemain dengan kualitas teknik di atas rata-rata.

Baca Juga: Ong Minta Wasit Beri Penjelasan ke Publik terkait Drama Kartu Merah Novri Setiawan

Kecintaan Persik Mania kepada Ronald Fagundez melampaui statistik dan jumlah gol. Bagi pecinta bola, Fagundez adalah Maestro yang membuat permainan Persik terlihat indah dan terstruktur. Dia juga merupakan kepingan inti dari "Trio Latin" Persik Kediri, bersama striker Cristian Gonzales dan rekan gelandang Danilo Fernando. 

Kemitraan Trio Latin pada tahun 2006 menghasilkan gelar juara yang sangat dibanggakan. Fagundez bertindak sebagai penyalur bola vital untuk Gonzales, menciptakan salah satu duet paling mematikan dalam sejarah Liga Indonesia. Meski sempat hengkang dari klub, Fagundez selalu menunjukkan cinta dan rasa hormat yang mendalam terhadap Kediri dan Persik Mania. 

Baca Juga: Persik Kediri vs PSM Makassar Diwarnai Kartu Merah Novri Setiawan di Babak Pertama

Ia sering menyatakan bahwa Persik adalah klub yang paling efektif dalam kariernya. Keterikatan ini dibalas oleh suporter, yang selalu menyambutnya dengan hangat setiap kali kembali ke Stadion Brawijaya. Ikatan emosional yang tulus ini mengukuhkan statusnya sebagai Legenda Hidup bagi Persik Kediri.

Ronald Fagundez telah mengukir namanya dengan tinta emas. menyangkal bahwa dia akan selalu dikenang sebagai salah satu pahlawan terbesar dalam sejarah klub Macan Putih.

 

Editor : rekian
#kediri #persik kediri #psm makassar #Fagundez #legenda macan putih #ronald fagundez