KEDIRI, JP Radar Kediri– Persik Kediri gagal membuat Stadion Brawijaya penuh pada saat menjamu Malut United FC pada (12/9) lalu.
Di laga tersebut, panitia pelaksana (panpel) mencatat jumlah penonton di stadion adalah sebesar 4.223. Atau hanya 35 persen dari kapasitas stadion.
Ketua Panpel Pertandingan Persik Kediri Tri Widodo mengaku menyayangkan penjualan tiket yang belum bisa maksimal.
Sebabnya, harga tiket pertandingan Macan Putih menjadi yang paling murah di kompetisi BRI Super League musim ini.
Yaitu Rp 35 ribu untuk kategori ekonomi, Rp 50 ribu untuk kategori utama, dan Rp 65 ribu untuk very important person (VIP).
“Kemain nggak tembus lima ribu padahal tiketnya murah. Harapannya Sabtu lawan PSM Makassar bisa memberikan support langsung di Stadion Brawijaya,” kata pria yang akrab disapa Widodo tersebut.
Pada laga melawan PSM Makassar pada Sabtu (25/10), dia menekankan tiket akan dibandrol dengan harga terendah. Pasalnya laga tersebut tidak termasuk dalam laga big match.
Lantaran berlangsung pada Sabtu khususnya pada sore hari, dia meminta suporter untuk meramaikan Stadion Brawijaya.
Terlebih lagi situasi Macan Putih yang baru saja menelan kekalahan telah atas Borneo FC Samarinda pada Sabtu (18/10) kemarin.
Sehingga, para pemain sangat membutuhkan dukungan langsung di tribun stadion. “Penjualannya dibuka hari ini, hari Rabu. Dan penjualannya online,” tandasnya sembari menyebut suporter tamu tetap dilarang datang.
Editor : Andhika Attar Anindita